We Are All Bad in Someone Story

IMG_20181018_114748

 

𝗠𝗬 𝗙𝗔𝗨𝗟𝗧

Ku tulis pesan di messenger
“𝘋𝘪𝘢𝘯..𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘗𝘰𝘳𝘥𝘢 𝘑𝘢𝘣𝘢𝘳, 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘋𝘪𝘢𝘯, 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 ? ”

Mirip bapak…

𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 … ? 𝘪𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘢𝘬𝘶 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘺𝘢 𝘋𝘪𝘢𝘯

Bukan, Rama mirip almarhum bapakku..polisi yang gagah dan berani.

𝘞𝘩𝘢𝘵 ?? 𝘐𝘯𝘯𝘢𝘭𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩𝘪 𝘸𝘢𝘪𝘯𝘯𝘢𝘪𝘭𝘢𝘪𝘩𝘪 𝘳𝘰𝘫𝘪𝘶𝘯, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘪𝘢𝘯 ?

Ya, beliau meninggal 3 tahun setelah aku melahirkan. Aku hamil, kami pindah ke kampung ini. Aku melahirkan dan membesarkan Rama di kampung ini, Bapak Pensiun dini. kamu pasti tahu kan kenapa Bapakku sampai mengambil keputusan ini..

𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘋𝘪𝘢𝘯, 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯-𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢, 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘫𝘶𝘢𝘭, 𝘬𝘶𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘯𝘵𝘰𝘳 𝘭𝘢𝘮𝘢,𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘫𝘦𝘫𝘢𝘬𝘮𝘶. 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘦𝘫𝘢𝘬𝘮𝘶. 𝘋𝘪 𝘧𝘢𝘤𝘦𝘣𝘰𝘰𝘬, 𝘥𝘪 𝘨𝘰𝘰𝘨𝘭𝘦 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧.. 𝘪𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘫𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘮 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬.

Sudahlah, aku sudah maafkan kamu sejak dulu ..

𝘋𝘪𝘢𝘯..𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯 ?

Untuk apa ?

𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘣𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘋𝘪𝘢𝘯

Aku yang salah, aku yang tak mau kamu nikahi dulu, karena aku begitu mencintai kamu, tapi aku juga gak mau kamu meninggalkan anak dan istrimu. biar aku yang menanggung semua kesalahanku, aku bekerja dan membesarkan anakku dengan jerih payahku sendiri.

𝘐𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘶𝘮𝘶𝘳 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶, 𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘶. ..

Sudahlah, lupakan itu…
.


𝗗𝗜𝗔𝗡 𝗔𝗡𝗚𝗚𝗥𝗔𝗜𝗡𝗜, Nama yang tak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Aku mengenalnya waktu aku bekerja di sebuah hotel ternama di Jakarta , Dian bekerja di tempat yang sama denganku di bagian lain.
 
𝘞𝘪𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘳𝘦𝘴𝘯𝘰 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘴𝘰𝘬𝘰𝘬𝘶𝘭𝘪𝘯𝘰 kata wong Jowo, begitulah yang terjadi pada kami berdua.
 
Hubungan kami dulu adalah hubungan terlarang, karena aku sudah punya istri dan 1 orang anak berumur 1 tahun, tapi rasa cinta dan sayangku pada dia sama seperti cinta dan sayangku pada istriku. Begitupun Dian..Dian begitu mencintaiku.
 
Katanya,𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗮𝘁𝘂𝗵 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗿𝗶 𝗻𝗮𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 meskipun hubungannya salah. begitulah yang terjadi pada kami, banyak yang memberi kami nasehat, tapi kami mengabaikannya, karena kami sedang tenggelam dalam kebahagiaan. Kami berdua larut dalam hubungan yang terlarang sampai kemudian Dian Hamil.
 
Sebagai lelaki aku mau mempertanggung jawabkan perbuatanku,aku datangi rumah orang tua Dian, aku lamar dia untuk jadi istri ke 2 ku, tapi Dian bersikukuh tidak mau menikah denganku, Bapaknya pun tak mau menerimaku sebagai menantu, aku dilarang menemui Dian. Dian pun berhenti bekerja, lalu tiba-tiba menghilang..
 
Selama 25 tahun ini, kadang ketika aku berkumpul bersama keluarga, bermain dengan anak-anak, aku selalu teringat anak yang dikandung Dian, sudah sebesar apa dia, bagaimana rupanya, apa jenis kelaminnya..
 
Semakin anak-anakku besar dan dewasa, akupun bertambah renta, ada hal yang mengganjal dalam pikiranku, anakku yang pertama Pria umur sekarang 25 tahun, sudah punya pacar sebentar lagi menikah, anakku yang ke dua Wanita, umur 21 tahun, belum punya pacar, ada kekhawatiran jangan sampai anakku menikahi saundara sedarahnya sendiri sebagaimana ayat berikut ini :
 
“𝗗𝗶𝗵𝗮𝗿𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗸𝗮𝗺𝘂 (𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗶𝗻𝗶) 𝗶𝗯𝘂-𝗶𝗯𝘂𝗺𝘂; 𝗮𝗻𝗮𝗸-𝗮𝗻𝗮𝗸𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻; 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮-𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻, 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮-𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗯𝗮𝗽𝗮𝗸𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻; 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮-𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗶𝗯𝘂𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻; 𝗮𝗻𝗮𝗸-𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮-𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗸𝗶-𝗹𝗮𝗸𝗶; 𝗮𝗻𝗮𝗸-𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮-𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻; 𝗶𝗯𝘂-𝗶𝗯𝘂𝗺𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝘆𝘂𝘀𝘂𝗶 𝗸𝗮𝗺𝘂…” (𝗤𝗦. 𝗮𝗻-𝗡𝗶𝘀𝗮: 𝟮𝟯).
 
Itu sebabnya selama ini aku sering berdoa semoga aku bisa dipertemukan kembali dengan Dian, supaya apa yang aku kawatirkan tidak terjadi.
 
Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku.. mekipun baru bertemu di facebook, setelah berbincang beberapa kali, aku dan Dian saling bertukar foto, Dian mengirimkan foto Rama anak kita, aku mengirimkan foto Bagas anak pertamaku dan Dita anak ke duaku,untuk berjaga-jaga jangan sampai ada hubungan yang terlarang sesuai aturan agama untuk anak-anakku.
 
Sekarang aku sudah merasa sedikit lega, hubunganku dengan Dian sudah sedikit mencair, kami sudah lebih sering say hello sekedar bertanya kabar . Aku tak terlalu memasalahkan dan memaksa Dian dan Rama untuk bertemu denganku, biar Dian yang memutuskan mau atau tidaknya , kapan waktunya aku berserah bagaimana kehendak Allah saja.
 
Bagaimana dengan istriku ?? Aku sudah bercerai dengan istriku sejak 15 tahun lalu dan aku tidak pernah menikah lagi sampai sekarang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s