Dibalik Tablo Prosesi Jalan Salib St. Mathius Bintaro 2014.

Kemarin Jumat pagi 18 – April 2014, pukul 7 pagi saya menyaksikan proses jalan salib di Paroki St Mathius Bintaro. Prosesi jalan salib yang mengisahkan kesengsaraan Yesus Kristus saat penyaliban diri-Nya dan merupakan rangkaian dari perayaan Paskah yang dirayakan umat Kristiani di dunia.

Pada Tablo Jalan Salib 2014 kali ini yang diikuti ribuan umat Paroki St Mathius Bintaro di mulai dari Biara Canosa, melewati jalan kompleks perumahan sekitar gereja yang menjadi beberapa perhentian dan berakhir di Pelataran parkir yang sudah di sulap menjadi Bukit Golgota.

Ada beberapa hal yang saya catat di sini, umat yang menyemut dengan tertib mengikuti prosesi, juga warga sekitar komplek yang dilalui perakan yang turut menyaksikan prosesi dengan antusias, bahkan ada yang menonton dari balkon rumahnya,para petugas dari Orang Muda Katolik yang menjaga ketertiban pengungunjung yang menyaksikan maupun mengikuti perayaan, dan tentu saja prosesi jalan salib yang dimainkan dengan penuh iman dan penghayatan oleh para pemain yang terdiri dari OMK dan senior/mantan OMK.

Hasilnya luar biasa… banyak umat yang mengatakan jalan salib kali ini lebih baik dan lebih dapat dihayati dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mungkin juga disebabkan karena prosesi jalan salib kali ini diadakan di ruang terbuka, bukan di dalam gereja seperti tahun sebelumnya,  bisa juga disebabkan karena route perjalanannya lebih panjang, dari Biara Canosa ke Lapangan parkir gereja, meskipun sedikit terkendala di masalah sound system yang kurang sempurna pada saat perarakan.

Cuma ada satu kata SALUT buat para panitia, pemain, koor, team make up, team foto,team dekorasi dan team lain yang terlibat  untuk acara ini. Mereka bekerja keras dari beberapa bulan sebelumnya untuk latihan. Bahkan saya baru tahu untuk memake up pemain juga perlu dilakukan gladi kotor dengan mencontek make upnya harus seperti karakter yang diperankannya.

ImageGladi kotor juga tetap mereka lakukan ditengah hujan gerimis dan lapangan yang basah kena air hujan.. bravo semangatnya !!

ImageDan pada hari pelaksanaan jalan salib, pemain dan panitia sudah berada di tempat sejak dini hari, mungkin ada juga yang tidak pulang lagi setelah ikut perayaan Kamis Putih dan tuguran malam harinya. Cerita dari kerabat saya yang menjadi salah satu team make up dan team foto di acara ini, dia dan sekitar 50-an team make up lainnya sudah berada di tempat sejak pukul 2.30 dini hari dan sudah mulai me-make up pemain tablo.

Akhirnya, pagi ini para pemain Tablo Jalan Salib tampil dengan sangat menarik dan pas dengan make-up profilenya. Santo Jusuf, Johanes dan Pilatus yang ganteng-ganteng, Santa Maria dan Maria Magdalena yang cantik, Para Prajurit Romawi yang gagah,wanita-wanita menangis yg ciamik memerankan peran menangisnya, juga Barabas yang pas sekali dandadan dan karakternya. Kerja sama yang baik menampilkan hasil yang baik.

Image

Kisah Sengsara Yesus Kristus

 

Tak lupa juga, sukses buat para OMK panitia yang menjaga ketertiban dengan kompak bergandengan tangan menjadi pagar betis menjaga umat dan pengunjung yang kadang tidak tertib sehingga mengganggu jalannya prosesi dengan sembarangan memotret, dengan senyum dan ketegasan yang penuh kasih tetap bisa menjaga ketertiban..

Image

Para Pemain Tablo Jalan Salib

Berita seriusnya bisa di baca di Metrotvnews, Tribunnews

Image

Pemeran Pilatus & Romo Alfonsus Widhi sedang diwawancara Media

Selamat Paskah buat yang merayakan..

Advertisements

5 responses to “Dibalik Tablo Prosesi Jalan Salib St. Mathius Bintaro 2014.

  1. Selamat Paskah teh Icho

  2. Wah sayang sih daku jauh begini, klo di Indonesia, sdh ke sana aku-ngikut. Kita di sini waktu good friday itu diselenggarakan juga pentas ini, di Groningen, wah yg turun artis2 kawakan semua. Mereka buat drama malam penyerahan Tuhan Yesus Kristus ini dgn coreografi modern, Bagus sekali.. padahalmalam itu hujan gerimis, dan salib yg dibuat menyala pakai lampu di dalamnya (sepertinya terbuat dr kaca) wah bagus sekali. byk org yg mengiring dan menyaksikan, termasuk penonton teve. Thanks Bu Seno, sdh berbagi

    • Oh di Groningen juga ada ya, aku kira cuma di Manila yg seru begini hahah.. Mantap, Mbak Della gak ambil foto2nya ??

      • Aku juga mengira begitu, sepertinya ada jg di negara2 lain Bu Seno hya saja kita belum semua tahu info-nya, klo di Manila itu mmg mereka wah prosesi katanya malah sampai lama sekali – klo gak salah hampir satu bulan, ntah itu benar atau tdk. Di Groningen- kira menyaksikan live di teve, gak janji deh dtg ke sana, jauh banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s