RIP Mama Unique

Rudo itu temannya si babeh, dan belakangan ini memang cukup dekat dengan keluarga kami, Kebetulan rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumah saya, ya kalau naik ojek cukup bayar Rp.5.000 ke rumahnya. Unique juga sohibnya Della, sekelas di sekolahnya Della. Jadi ya saya sering ketemu juga sama mereka semua. Belakangan ini malah makin sering keluarga ini main ke rumah, iseng-iseng malam-malam dengerin wayang sama-sama dari radio jadul, iseng-iseng juga kadang sambil melihat suasana dalam rumah siapa tahu ada penghuni mahluk halusnya..:)

Image

Mama Unique,Mas Rudi, Tuning, Bapa Seno ( sayanya gak ada di rumah)

Bahkan tahun baruan kemarin, keluarga Mas Rudi ini juga ikutan ngumpul bareng-bareng dengan keluarga saya, bakar sate, ikan, dan jagung rame-rame, bareng dengan sepupunya si babeh, Om dan Tantenya si babeh, apalagi kemudian ketika ngobrol eeeh koq ndilalah istrinya mas Rudi itu orang kemetiran juga, langsung nyambunglah ngobrol sama Tantenya si babeh.

Image

Andre & Mama Unique

Image

Seno, Della, Ellen, Unique dan Roger

Image

Rame-rame nunggu jam 00.00 Jan 2014

Kebetulan lainnya juga, Budenya Seno ini punya teman kuliah, namanya sebutlah Abi, gak tahunya Abi ini masih sepupuan sama Mas Rudi, bahkan Mas Rudi pernah tinggal di rumah Abi waktu pertama kali datang ke Jakarta.

Pagi Selasa kemarin ini Abi dan Bude janjian mau ke Carolus mau ngelayat teman kuliahnya yang meninggal. Eh tiba-tiba Bude teriak sambil baca whatsappnya  saat saya dan si Babeh sebentar lagi mau berangkat kerja ” Bu..bu..ini kata Abi , istrinya saudaranya dia Rudi, meninggal., lha istirnya Rudi kan mamanya Unique toh bu., apa bener ini..Abi kan masih saudaraan sama Pak Rudo ” ( kita menyebut Rudi dengan Rudo).

Si babeh langsung kaget, lha koq Mas Rudi gak ngasih kabar, mungkin sibuk, kapan meninggalnya ? kan kemarin juga masih ketemu sama istrinya, sehat-sehat saja, meskipun beberapa waktu lalu memang sempat sakit dan sempat menitipkan unique beberapa hari di rumah saya sepulang sekolah, karena beliau gak bisa jemput dan sorenya baru di jemput Mas Rudi sekalian pulang kerja. 

Bener aja, si Babe lupa menyalakan hapenya di malam hari, waktu di buka hpnya, sudah ada beberapa pesan masuk yang mengabarkan berita duka itu dan mengabarkan jenazah baru dalam perjalanan dari RS ke rumah. Segera kami bertiga ke rumah Mas Rudi, sambil mengabarkan juga ke sepupu dan Tantenya si babeh.

Di rumah duka… tak kuasa saya menahan tangis sambil memeluk Unique yang sehari-hari selalu bermain dengan Della, kadang Della ke rumah Unique dan sebaliknya. Terbayang bagaimana kehilangannya anak bungsu ini yang meskipun sudah kelas 5 SD tapi biasa berangkat dan pulang sekolah diantar mamanya, sekarang kehilangan mamanya. Anak perempuan yang masih dalam masa tumbuh kembang,yang masih butuh pelajaran soal kewanitaan harus hidup bersama dua lelaki ,kakaknya dan bapaknya, tak ada lagi perempuan lainnya.

Ah Mama Unique, sampai saat wafatnyapun saya belum tahu nama sebetulnya siapa, saya  memanggilnya pun Mama Unique,yang selalu mengajak saya berbahasa Jawa saat ngobrol meskipun berulangkali sudah saya jelaskan saya tidak bisa bahasa Jawa tapi ngerti dan saya menjawab dalam bahasa Indonesia, Mama Unique terus saja berbahasa Jawa. Mama Unique yang begitu santun dan sederhana, kemarin Minggu kita masih duduk-duduk di bawah pohon menunggu anak-anak kita pulang, masih cerita soal anak-anak yang hari Senin besok akan ada ulangan..Soal Della yang Les dan Unique yang gak mau dipaksa les, tak ada tanda-tanda sama sekali kalau itu adalah obrolan terakhir kita. Rupanya, Tuhan berkehendak lain, tak ada yang tahu kapan kita akan kembali kepadaNya.

Memandang Mama Unique yang terbujur diam di dipan dengan selubung jarit motif slobong, saya terpaku..Maafkan saya tidak bisa mengantarkan Mama Unique ke peristirahatan terakhir di Jogja, bahkan saya tak sempat menunggu sampai Mama Unique dimandikan, didandani dan di masukkan ke dalam peti jenazah.. maafkan saya..Selamat Jalan Mama Unique…beristirahatlah dalam damai.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 responses to “RIP Mama Unique

  1. speechless…
    usia memang rahasia-Nya… 😥
    semoga unique dan keluarga diberi ketabahan dan kekuatan

  2. turut berduka cita 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s