In Memoriam Bunda Julie

Hari Jumat Malam kemarin itu saya, anak-anak dan suami membesuk Roger ponakan saya yang rencananya besok mau di operasi usus buntu di RSPP.  Jadi ketika pulang dan membuka twitter, terlihat kalimat-kaliman duka cita di TL teman-teman ex multiplier dengan tagar #InMemoriamBundaJulie, saya kaget…Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. :((

Meskipun saya sudah tahu beberapa bulan belakangan ini kondisi Bunda Julie semakin menurun, apalagi hari-hari terakhir, tetap saja berita ini bikin kaget. Sedikit menyesal, tadi siangnya entah kenapa saya pengeeeen sekali saya ke Dharmais lagi untuk besuk Bunda Julie, tapi karena hari itu hujan dan saya berangkat kerja pakai sendal, jadi saya males turun dari lantai 5, gak enak kalau ketemu orang lain apalagi boss yang lihat saya pakai sandal.  Dan penyesalannya sekarang, andai siang itu saya jadi mengikuti perasaan…saya masih bisa bertemu Bunda Julie untuk terakhir kalinya…untuk yang ke dua kalinya. Karena sekitar tanggal 3 Februari lalu, untuk pertama  ( dan  ternyata untuk terakhir ) kalinya saya bertemu Bunda Julie di Dharmais.

Mengenang Bunda Julie….

Bunda yang baik hati dan luar biasa itu, mungkin banyak sahabat multiply dan blogger lainnya sepakat dengan saya soal ketabahan dengan berbagai persoalan hidup, perjuangannya, Bunda Julie luar biasa. Begitu juga, dengan kedua anaknya Andri dan Yadi, mereka menurunkan semangat dan ketabahan luar biasa dari Ibunya. Dan yang tak kalah menariknya, Bunda Julie blogger senior yang paling rajin nulis, pengalaman-pengalaman beliau semasa menemani suami dalam penugasan di kemenlu, membuka wawasan saya yang banyak tidak tahu. Soal piring berlogo Garuda, soal tata menata meja dan masih banyak lagi hal baru yang saya dapat dengan membaca blog Bunda Julie di Multiply.

Sayang sekali Multiply saya tidak menyimpan PM ( Personal Message) ketika multiply tamat riwayatnya, karena saya dan Bunda Julie lebih banyak curhat-curhatan di PM, curhat yang paling sering ya soal MSSIL..hehehe, soal gimana mendidik anak2 saya supaya sayang pada ibunya dan bisa luar biasa seperti Mas Andri dan Mas Yadi, juga soal kecintaan saya pada rumah model lama yang ditempat Bunda Julie salah satunya.
Dan ketika Multiply bubar, Bunda Julie pindah ke blogspot dan saya di wordpress, tapi saya tetap bookmark blognya Bunda Julie, untuk sekedar membaca dan tahu perkembangan beliau, saya males komentar gara-gara blogspot selalu minta CAPCAY tiap kali saya mau komentar.

Ada cita-cita saya yang tidak kesampaian adalah rujakan di rumah Bunda Julie, saya penyuka rumah dan bangunan tua/kuno, rumah Bunda Julie saya kategorikan rumah kuno, dan Bunda Juliepun mengiyakan. Keinginan saya itu juga yang saya tulis di kartu  yang saya berikan saat ke Dharmais, saya bilang, saya pengen kita nanti bertemu bukan di Rumah Sakit  lagi Bund, tapi saya main ke Bogor, ke rumah Bunda dan Bunda sudah sehat.
Pulang dari Dharmais, Bunda Julie masih juga ingat ke si Budenya Seno, malah kasih pesan ke saya, salam buat Bude ya..baik2 sama Bude, Salam buat Bapa Seno, Seno dan Della… duhh bunda ingatannya luar biasa, terlihat jelas dari tulisan-tulisannya, hingga akhir khayatnya, meskipun dibantu mengetik oleh putranya.

Image

Tulian Bunda Julie berakhir di R… kenapa mirip rangkaian bunga duka cita 😦

Bunda… Akhirnya saya memang jadi  main ke Bogor Sabtu pagi  kemarin, Berdua dengan Anazkia,naik kereta dari Pd Betung-Tn. Abang – Bogor, ditengah derasnya hujan, saya dan Anaz naik ojek menuju rumah Bunda di Bogor….rumah peristirahatan Bunda yang terakhir ..

Image Dengan diiringi Azan oleh Mas Andri, perlahan-lahan almh. Bunda Julie diturunkan ke liang lahat, tak kuasa menahan air mata bersama teman-teman MP-ers, Mbak Mia, Mas Tian, Mbak Ari, Buyik, Mbak Anna, Mbak Arni dan beberapa teman lain yang  saya lupa hehehe

Isak tangis dari beberapa pelayat lain juga mengiringi kepergian Bunda Julie. Tak kurang tujuh mantan dubes / istri dan perwakilannya hadir disana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bunda Julie. Saya dengar dari ibu-ibu teman Bunda Julie, mereka semua selalu mendoakan, membantu dan terus update informasi sakitnya Bunda Julie, persahabatan yang layak dicontoh dan sangat luar biasa.

ImageImage
Selamat Jalan Bunda Julie.. Bunda Julie sekarang sudah nyaman di Surga dan tidak kesakitan lagi…
Bunda Juga sudah bahagia meninggalkan anak-anak yang luar biasa, yang tabah dan berbakti pada ibunya, mereka lah amal sholeh yang tak putus buat Bunda..

Note : Tambahan dari Mas Yadi di FB, saya juga ucapkan selamat kepada Bapak Dubes Andradjati karena memiliki Mas Yadi dan Mas Andri, mereka anak-anak  yang luar biasa..

Image

Teman2 MP..tetep kudu foto meskipun di makam, paling Bunda Julie cuma senyum2 aja ngeliat kelakuan empeers ini 🙂

Advertisements

26 responses to “In Memoriam Bunda Julie

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.

    Bunda Julie adalah blogger sejati, minimal setiap minggu dua kali tidak putus semangat untuk berbagi pengalamannya menjalani pengobatannya (terapi). Bahkan sekitar 4 hari menjelang wafatnya, beliau masih menyebarkan semangat melalui tulisanya.

    Selamat jalan, bunda Julie.
    Semoga segala amal dan ibadah diterima di sisi-Nya.

    • Iya setuju Mas Iwan..jauh dibandingin saya mah yg males update blog, mana juga gak seperti Bunda Julie tulisannya bnyk yg inspiratif..

      Aaamin mas Iwan, thanks ya

  2. iya pak iwan. Semangat menulisnya luar biasa.

    mbak… judulnya hampir sama 😀

  3. Inalillahi wainna ilaihi rojiun….

    saya gak kenal beliau, baca juga belum lama, tapi kagum sama kekuatan dan inspirasinya untuk bercerita…… semoga dirimu bahagia di sana, Bu Julie… Aminnn

    Thanks buat Buseno yang udah share link tentang beliau…

    • Thanks Budina..
      iya ini Ibu Julie yg wktu itu gue pernah pengen minta anter ke rmhnya , krn dirimu kan orng Bogor..
      Tapi..ya akhirnya gak jadi 😦

      Thanks juga sdh mendoakan beliau

  4. ternyata rumahnya deket dari rumah sayah 😦 walaupun gak kenal dan pas MP gak pernah baca jurnalnya, baru sekarang, dan higs higs, mengharu biru…

  5. Merinding saya bacanya, Mbak. Bunda Julie itu baik banget. Waktu di MP saya belum temenan. Terhubung waktu saya ngeblog di blogspot. Beberapa kali beliau komen di postingan saya. Kemudian saya lebih aktif di wordpress jadi jarang berkunjung ke rumah maya beliau. Dapat kabar beliau wafat juga kaget banget. T_T
    Semoga amal ibadah bunda Julie diterima Allah dan segala kesalahan beliau dimaafkan.

  6. Terima kasih teh Icho. Membaca tulisan ini rasanya terharu sekali. Aku dan kakakku bukan tipikal anak-anak yang spesial. Tidak perlu lah dipuji-puji. Kami cuma manusia biasa aja. Merawat bunda pun gak ada cara khusus. Cuma memang kami ini mengedepakan keikhlasan. Itu aja yang kami utamakan dan itu suatu hal yang amat wajar.

    • Thanks Mas Yadi atas kunjungannya, Bunda Julie alm yg selalu menceritakan kalian berdua kpd saya kalau saya curhat soal anak2,dan itulah yg membuka saya,dan beliaulah yg mengajarkan keikhlasan kpd kalian berdua..

  7. Selamat jalan Bunda Julie. Dulu waktu di MP juga belum sempet temanan, tapi banyak yg bilang bunda itu luar biasa baik dan selalu semangat soal penyakitnya itu. Kita kehilangan lagi orang2 hebat ya *inget Mbak Nita Febri juga*. Smoga Bunda Julie diterima disisiNya..aamiin.

  8. Aku baru tahu hari ini, Teh… Dan barusan baca tulisannya mas Yadi, trus aku mewek deh…. Dari dulu pingin ketemu tapi nggak kesampean juga. Malah keburu beliau pulang duluan.
    Untung dulu aku sempat copy ke HD obrolan di PM sama Bunda Julie jaman MP… Malah segala komen-komennya yang selalu bercanda itu juga aku masih simpan semua.

  9. betapa MP sudah menautkan banyak hati dalam jalinan persahabatn ya, ibu…
    Aku gak kenal bu Julie, tapi baca tulisannya, pantaslah bila banyak hati tertaut padanya.
    Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, bebas dari rasa sakit yang menderanya dan keluarganya diberikan keikhlasan serta ketabahan 🙂

  10. teteeeeeeh, aku kaget denger ada teteh di pemakaman, kangeen dah lama gak ketemu teteh tapi sayang kemarin kondisiku tidak memungkinkan datang lebih pagi

    bunda, semoga sudah tenang di sana ya hikss

    • Miaaaa….dan daku lupa dirimu urang Bogor tea hisk..sdh kelamaan gak mainan MP sih yaaa…
      Dulu kan wkt ktmu Mia di Bogor tea kepengen pisan ya kapan2 ke rmh Bunda Julie…

      Bener Mi..Insya Allah..

  11. Pingback: “Bundel” yang saya kenal….. | TIME TO SHARE

  12. Insya Allah gak lama lagi akan ada postingan baru di blog-nya bunda. Dari kemarin mau diselesaikan tapi belum keburu. Banyak yang diurus dan banyak yang melayat. Tadi pagi aku baru nengok lagi makam beliau dan ternyata sudah sangat indah. Tunggu ya…

  13. makasih infonya teh,…turut berdukacita.
    Meskipun belum kenal dekat Bunda Julie, tpi sering papasan koment waktu masih di MP…
    Selamat jalan, bunda…RIP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s