Abaikan …

Hidup di era socmed itu simpel koq supaya gak cepet mati, Gak suka postingan status,foto,twit orang lain ya skip aja.
Ngapain pake nyela,nyinyirin,bikin dosa aja . Banyak fasilitas yg disedian socmed buat ngilangin yg bikin eneq.Mute,blockir,unfol,hide,makanya jangan gaptek dan nyinyir mulu. Dari pada pake mulut nyinyir mending dipake deh tu otak. Mulutnya dipake aja buat bersyukur,udah dikasih anugrah gede sama Allah..Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? 

Andaipun sudah begitu sempurnanya hidupnya,tak perlulah nyela orang lain,apalagi orang lain itu tidak menyusahkan kita.
Orang yang menyusahkan kitapun selayaknya dibantu oleh yg ngerasa lebih mampu,lebih bisa dan lebih segalanya.
Bukan malah dicela,apalagi dicela,dihina dibelakangnya..  Kesempurnaan hanya milik Allah, coba liat diri kita,pasti gak ada yg sempurna,begitu juga orang lain.

Alangkah baiknya kalau kritik tidak berupa teror mental,apalagi yg dikritik orang yang diakui sebagai sahabat. Jangan karena anggap sahabat maka boleh nyela (yang katanya kritik) tapi rasanya teror mental bagi sahabatnya. Kalau benar menganggap sahabat,mestinya tau gimana menyampaikan kritik yg tidak membuat sahabatnya serasa diteror mentalnya.

Ah sudahlah,memang susah menyampaikan maksud ini ke orang itu. Karena dia merasa paling sempurna,paling oke dan tak ada yang bisa menandingi dia,dia yang merasa paling segalanya, pang abong na aing.  Apakarena dulu (mungkin) orangtuanya  tidak mengajarkan dij untuk melihat ke bawah ketika dia berada di atas ? Atau karena memang tak pernah merasakan berada di posisi terbawah ? . Mungkin juga dia lupa bahwa di atas langit masih ada langit. masih banyak orang yang lebih segalanya dari yang dia punya, namun menyadari semua itu hanya titipan belaka.

Buat lo yg katanya dikrtik dia (mungkin juga gue pernah dikritik dibelakang gue juga).  Mari kita berbesar hati yang, jauhkan pikiran bahwa kritik itu sebagai  teror mental .. Abaikan kritik dia,karena dia cuma mampu mengkritik tanpa memberikan solusi, . Itu bukan kritik,kritik yang baik adalah kritik yg memberikan solusi,minimal mampu menunjukkan bagian mana yang dikritiknya, bukan sekedar satu kata “jelek”  dan tak mampu menjelaskan jeleknya di mana.
Kalau untuk menunjukkan bagian mana yg dikritiknya saja dia gak mampu,kasihanilah dia.. Otaknya hanya mampu mengatakan karya orang jelek,padahal dia jg belum tentu bisa membuat karya sejelek karya lo ini..  Keep spirit Cynn..
#whatsappan malam ini dengan seorang teman..panjang bener, akhirnya jadi tulisan ini.
Advertisements

31 responses to “Abaikan …

  1. Haduhhhhh *puk puk teh Icho*.
    Ngeteh aja yuk.

  2. mbaa emang susah sih menerima kritik ya hihihi

  3. Lagi ada yang curhat ya Mbak…
    Ya sih..kritik itu memang ada yang membuat orang yang dikritik jadi terpacu untuk meningkatkan prestasi,tapi tak jarang juga yang malah membuat orang merasa down ya…

  4. betul sekali.
    santai aja, sosmed tak akan membunuhmu, gunakan dengan bijak.

  5. 😀
    yg saya ngga suka… udah saya unfollow…. pernah juga remove kontak

  6. nahloh..ha.ha.ha..pagi pagi, kok curhatnya disini Cho, orangnya ada dimana..ha.ha.ha.

  7. Aaa tulisan ini kok rasanya paaas banget aku rasain 😀

  8. mau dong kritik singkongna teteh

  9. Siapapun dia, bisa berpotensi menjadi angkuh-apa yang dikatakan ibu di atas. Intinya, mungkkin balik-baliknya ke hati masing2 orang, ya. Kalo hatinya bersih, barangkali dia tahu cara mengkritik/menilai orang…he. Mantap, bu..

  10. *pukpukpuk* … betul, abaikan!

  11. Sabaaaaar….teh Icho. Kitik2 aja yg suka kritik…hi…hi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s