Lebaran Kebanjiran & Aturan Pembuatan Tanggul

Pertanyaan ini sebetulnya sudah beberapa bulan belakangan ada di kepala saya, Sejak makin seringnya air masuk ke dalam rumah saya alias banjir melanda setiap kali hujan lebat tiba.  Bahkan Khotimah PRT saya pun sakit karena kecape-an ketika musim hujan tiba dan seminggu itu 3x air masuk ke dalam rumah.

Padahal awal-awal saya menempati rumah ini (6 tahun lalu ) jarang sekali terjadi banjir masuk ke dalam rumah, paling juga sampai depan jalanan menuju rumah saya.  Waktu tiga lahan luas yang dulunya kebun kosong beralih fungsi menjadi perumahan dan mini market serta kontrakan banjir masuk ke rumah juga tidak sesering belakangan ini, paling juga banjir jika   aliran anak sungai pesanggrahan meluap karena hujan lebat sekaligus ada banjir kiriman dari Bogor. Tetangga sebelah rumah juga bilang, bertahun-tahun tinggal di sini, baru beberapa bulan belakangan ini saja rumahnya masuk air, katanya sih penyebabnya karena ada warga yang mebuat sendiri tanggul yang lebih tinggi  ( kurang lebih 50cm) untuk penahan banjir masuk ke area rumahnya.

Saya lirik tanggul di depan rumah saya persis yang tingginya sama dengan jalan.Sengaja saya buat tanggul kurang lebih 15 cm krn menyamakan tinggi jalan yang sudah ada, ini saya buat sendiri karena entah kenapa, project pembuatan jalan kon blok berhenti tepat di depan rumah saya, dari pada rumah saya kebanjiran, ya saya juga pilih aman, saya buat aman rumah saya sendiri.

Saya tanya ke tetangga saya, apakah seperti ini tanggul yang menyebabkan banjir itu ?  Kata tetangga saya, bukan  seperti ini tanggulnya, yang bikin banjir itu jauh lebih  tinggi dari pada tanggul di depan rumah kita masing-masing.

Saya penasaran sebetulnya pengen tahu setinggi apa tanggulnya. Tapi karena saya ini males jalan-jalan keluar sekeliling rumah kalau hari sabtu minggu, jadi sampai hari kemarin saya belum tahu seperti apa tinggi tanggul itu.

Kejadian hujan lebat dan banjir masuk lagi di hari lebaran pertama kemarin, bikin saya kesel. Gimana gak kesel, saya tadinya mau berangkat ke Tangeran setelah hujan reda, tapi karena hujan lebat dan kawatir banjir, saya tunda keberangkatan, ternyata bener.. banjir lagi.

Saya iseng sekaligus penasaran pengen tahu tanggul sumber penyebab banjirnya dan bagai mana kondisi di sekelilingnya.

Waaah.. ternyata ini dia penyebabnya.. Lihat foto-foto di bawah ini…

Perumahan Baru, tanggulnya tinggi

Sekeliling Perumahan, dibuat tanggul di pinggir kali

Image

Kiri di tanggul, Lurus ditanggul

Image

Tanggul Lurus ( dari dekat )

Image

Pemukiman yang kebanjiran

Adanya tanggul penahan air di dua tempat ( satu ke kiri arah mesjid ) dan satunya lagi ke arah lurus , menyebabkan yang tidak bisa naik melebar ke pemukiman warga lainnya,  termasuk ke daerah rumah saya.

Saya jadi bingung soal aturan, apakah ada peraturan daerah atau peraturan apalah soal pembuatan tanggul di pemukiman ? Kalau memang ada, kenapa tidak ada yang protes soal ini ? Lalu saya mau protes, protes ke mana ? ke Pak RT tentunya mestinya ya, lalu kalau cuma saya yang protes, apa di dengar ? Saya gak tahu warga yang lainnya apakah merasakan kalau penyebab banjirnya itu karena adanya tanggul ini. Pertanyaan lainnya, apakah saya yang ketinggalan info, jangan-jangan para warga sudah protes ke pihak berwenang namun tidak ada respon ?  Lagi-lagi saya juga belum tahu.  Untuk sementara saya curhat di sini aja dulu.. cuma buat ngilangin kesel keseringan kebanjiran, sampai ada rejeki saya buat renovasi meninggikan teras rumah dan garasi saya supaya engga kebanjiran lagi. Atau kalau belum ada rejeki tunggu Seno lulus SMP saya jual aja deh ini rumah, pindah ke Jogja.. ( maunyaaa…)

Eh, trus iseng-iseng saya googling soal peraturan pembuatan tanggul, eh ada lho sebetulnya aturannya, di  KUHP Buku Kedua Benda-Benda, Bab IV, Pasal 626 Tentang “Hak dan Kewajiban Antara Para Pemilik Pekarangan Yang Bertetangga.” .

Bunyi pasalnya begini  ” Pemilik pekarangan yang lebih rendah letaknya, demi kepentingan pemilik pekarangan yang lebih tinggi, berkewajiban menerima air yang mengalir ke pekarangannya karena alam, lepas dan campur tangan manusia. Pemilik pekarangan yang Iebih rendah tidak boleh membuat tanggul atau bendungan yang menghalang-halangi aliran air tersebut; sebaliknya. pemilik pekarangan yang lebih tinggi tidak boleh berbuat sesuatu yang memburukkan keadaan air bagi pekarangan yang lebih rendah

( *Sumber : dari sini *)

Jadi ??? Boleh dong ya menggugat dengan alasan pasal itu ?? Ah tapi males deh, siapa yang mau mengguggat, biaya siapa ?  wong yang digugat juga konon orang kaya. wong kabarnya Pak RT aja gak digubris.. buktinya itu tanggul tetep ada dan gak dibongkar sampai sekarang. Mau lapor ke mana ?? ke Pak Ahok ? ah sayangnya beliau bukan Wagub saya.. wagub saya aja saya lupa namanya.. Trus, jangan-jangan nulis di sinipun nanti saya malah kena pasal..  🙂

Advertisements

17 responses to “Lebaran Kebanjiran & Aturan Pembuatan Tanggul

  1. Sudah ada titik terang dengan pasal KUHP tersebut, coba diskusikan dulu dg teman-temannya teh Icho bila ada yg di LBH atau yang mempunyai jalur ke LBH.

  2. mayan bu iso ngingu iwak di halaman…
    pindah wae pindah, kalimantan masih luas…

  3. tinggi juga genangannya.
    rumah ortu jg sering kemasukan air kalau hujannya lebat banget dan lama. karena selokan di depan rumah kecil, dan perbaikan jalan kemaren agak miring pas di depan rumah, bagian dekat teras lebih rendah

  4. Sebel bgt kl ada yg egois kayak gt ya mba

  5. nyesek 😦

    di Bogor aja ada beberapa pemukiman yang banjir. Tapi kalo ini sih juga pasti karena sistem drainase gak beres, secara Bogor sebenernya konturnya kan tinggi…

  6. mereka punya cara pandang yang beda kali, ga bermaksud egois, pada kesal sama banjir mulu jadi bertindak sendiri, yang mana tindakan itu malah rugiin yang lain..
    ini kaya pak erte waktu di bekasi deh yang kita anggap sok tahu dan egois, padahal maksudnya ga gitu, dan dia bertindak sendiri, pake ongkos sendiri, akhirnya malah jebol..
    cape juga bahas ginian ya..

  7. Kebalik sama di tempat saya, Teh. Dulu mah langganan banjir, tapi karena warganya gotong royong bikin tanggul di kali plus pintu air segala, sekarang nggak pernah banjir lagi.
    Kalo warga pada egois dan cuman mau nyelametin rumahnya sendiri ya susah. Semoga bisa teratasi ya…. aku ngerti banget repotnya rumah kebanjiran.

  8. Wah masih kebanjiran terus Cho ?

  9. wah wah, asli bikin sepet kalo dah kaya gini ya teh. sekarang udah dapat wangsit lom teh? enake diapain?

  10. Pingback: Kebanjiran Enggak ? | Jejak Langkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s