[Nyadran] – Bertemu Istri Douwes Dekker di Utoro Loyo

Setelah dari Lempuyangan, route nyadran berikutnya adalah kompleks pemakaman Utoro Loyo.

1

Seinget saya, saya sudah tiga kali ke pemakaman ini, yang pertama saat Eyang Buyutnya Seno meninggal, kemudian waktu berziarah beberapa waktu lalu dan sekarang ini yang ke tiga kalinya. Saya masih hapal lah lokasi makamnya.

Tapi heran juga saya, sudah tiga kali ke pemakaman utoro loyo ini, baru kali ini saya iseng-iseng memperhatikan batu prasasti yang ada di sana dan baru tahu itu adalah prasasti penghargaan dari pemerintah ( Dep. Pendidikan dan Kebudayaan DIY ) untuk istri kedua Douwess Dekker yaitu ibu JP Mossel alias  Ibu Johanna Djafar Kartodiredjo atas jasa beliau di bidang pendidikan.

2 34

Dekat batu prasasti itu juga ada makam Ibu Ibu Johanna Djafar Kartodiredjo, Bapak Djafar Kartodiredjo dan makam anaknya.

5

Mengapa mantan istri Douwes Dekker ini diberikan penghargaan oleh pemerintah ?

Jadi Ibu Johanna ini dulunya seorang guru  ( beliau mendapat ijazah guru Eropa tahun 1924), sejak 1925 ia menjadi pengajar dan asisten administrasi Ksatrian Instituut, suatu lembaga pendidikan binaan Ernest Douwes Dekker yang berdiri di Bandung.  Keduanya berkenalan di sini dan pada tahun 1926 (22 September) mereka menikah. Dari pernikahan ini tidak ada keturunan. Sewaktu DD dibuang ke Suriname (1941), Johanna ditinggal dan disarankan oleh Douwes Dekker untuk berlindung pada Djafar Kartodiredjo, seorang guru Ksatrian Instituut pula, agar tidak ditangkap oleh tentara Jepang. Namun keduanya kemudian menikah 1942, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan Douwes Dekker.

Sekembalinya Douwes Dekker dari  Suriname pada awal 1947, keduanya bertemu kembali namun tidak dapat bersatu sebagai keluarga. Di akhir 1947 keduanya kemudian bercerai.   ( * pedih bener * )

( sumber : wikipedia)

Saya berdoa sebentar buat Ibu Johanna, meskipun tidak mengenal beliau, tapi karena sudah berjasa bagi negara dan bangsa Indonesia.

Kirim doa dari jauh juga buat ex suami Ibu Johanna  yaitu  Douwes Dekker yang dimakamkan di TMP Cikutra Bandung.

 

Advertisements

8 responses to “[Nyadran] – Bertemu Istri Douwes Dekker di Utoro Loyo

  1. Gak bisa ngebayangin nasib sang istri, ketika suaminya dibuang oleh penguasa kolonial, dan berpisah jauh. Padahal dulu tidak ada gadget yg mendekatkannya. Bertukar kabar adalah sesuatu yg sangat sulit.

  2. itu nggak masuk kategori pagar makan tanaman yah, teh?

  3. Bu, ini utoro loyo tuh yang daerah Gambiran bukan sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s