Souvenir Layatan – Sapu Tangan Berisi Koin

Kemarin siang saya melayat tetangga yg terhalang satu rumah dan jalan dr rumah saya yang ibunya meninggal.  Ini bukan ngelayat pertama saya ke tetangga,namun baru kali ini sepulang ngelayat saya dapat souvenir sapu tangan kotak-kotak terlipat rapi yang didalamnya ada 2 koin uang logam Rp. 500 dan kartu kecil ucapan  terima kasih.

Image

Sebetulnya untuk souvenir ketika melayat sudah sering saya saya dapatkan ketika misalnya ngelayat ke rumah duka. biasanya cuma berbentuk ucapan kartu terima kasih atau jenis lainnya. Tapi baru kali ini saya dapat sapu tangan. jadi ya agak sedikit bingung dan bertanya dalam hati (sambil nebak-nebak)  apa maksudnya souvenir ini. Pasti ada filosofi yang terkandung dari souvenir ini.

Saya tanya ke salah seorang ibu senior ( * lebih tua jauh dari gue maksudnyaaa*) yang kebetulan orang Jawa ( *Non Jabar ya* ). Apa begini tradisi kematian orang Jawa ? Kata beliau sih gak begitu, karena di kampung beliau di Jawa Timur  tidak ada tradisi ini.
Seinget saya ketika mertua saya yang berasal dari Jogjakarta meninggal 3 tahuna-an lalu juga tidak ada souvenir  macam ini.

Tapi ternyata ketika sampai rumah saya ceritakan soal souvenir ini ke suami saya, beliau bercerita memang begini tradisi masyarakat Jawa ( Jogjakarta khususnya). “kamu inget gak waktu eyang buyut meninggal, kan juga disediain ginian di depan pintu, di taruh di nampan” lanjut suami saya. Dan saya koq gak inget ya.. apa gak merhatiin waktu itu.

Teman saya Arie kemudian menambahkan juga, biasanya yang menyiapkan hal semacam ini ( souvenir dan pernak-perniknya / uba rampe namanya  ) itu bukan keluarga yang meninggal, tapi tetangga-tetangganya.

Cuma saya tetep penasaran dengan filosofi sapu tangan dan dua koin ini untuk apa, saya menduga sapu tangan ini mungkin untuk menyeka air mata yang mungkin akan mengalir ketika kita melayat kan biasanya dalam suasana duka. Lalu uang koin itu untuk apa ?

Ah saya penasaran, dan penasaran sayapun hilang ketika saya baca di sini

Advertisements

4 responses to “Souvenir Layatan – Sapu Tangan Berisi Koin

  1. aku belum pernah nemu yang kaya gitu mbak. palingan taunya kalo 1000 harinya, dapet buku kecil surat yaasin itu.

  2. Koinnya buat ongkos pulang naik angkot….
    Eh, gak cukup serebu yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s