Ibu Sudah Tidak Kesakitan Lagi

Biasanya saya begitu mudah menuliskan sebuah tulisan In Memoriam untuk seseorang kerabat, saudara atau teman yang dekat dengan saya. Tapi menuliskan kata sebuah tulisan In Memoriam tentang orang yang sangat saya cintai dalam hidup saya begitu sulit terasa. Sejak semalam ketika saya tiba di rumah pukul 12 malam sepulang dari pemakaman Ibu di Tigaraksa saya yang tak dapat memicingkan mata sekejappun berusaha menyalakan komputer, buka multiply, tapi tak satupun kata yang mampu tertulis, bahkan untuk membalas ungkapan duka citapun belum lagi saya mampu. Saya cuma bisa membuka folder-folder foto lama, menatap foto terakhir berdua besama ibunda, menatap foto terakhir kami sekeluarga di rumah sakit, dan terus air mata mengalir.

Ya, Ibu saya Hj. Ratih Suriaty ( 74 Tahun ), menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Rabu, tgl 25 April 2012, sekitar Pk. 7.45 pagi di RS Sari Asih Tangerang, tempat di mana selama 20 hari terakhir beliau dirawat dalam sakitnya dan sebulan sebelumnya juga pernah di rawat di RS yang sama.

Dua puluh hari terakhir bersama Ibu,nyaris semua anaknya hampir tiap hari berkumpul atau bergantian menjaga ibu,kita sudah sama-sama berjanji tak akan pernah meninggalkan ibu di rumah sakit sendirian. Kakak saya tertua yang kerja di dinas pendidikan di Timika mengorbankan waktu kerjanya untuk menunggui ibu sejak hari ke 2 ibu masuk rumah sakit, Ceu Oma juga cuma meninggalkan ibu sebentar selama 2 hari ini karena harus mengawas UN SMP, Ceu Ami pun begitu,kantornya yang berlokasi di Tangerang memungkinkannya untuk bolak balik ke RS, rasanya cuma saya yang paling jarang menunggui ibu rutin setiap hari, saya cuma bisa dua hari sekali sepulang kantor ke rumah sakit, atau sejak pagi sampai malam di hari sabtu atau minggu.


Tentang sakitnya Ibu, sejak yang pertama kali ibu masuk RS,kami semua anaknya menyerahkan kepada Allah melalui perantara dokter2 untuk memeriksa sedetil mungkin apa gerangan yang membuat ibu selalu mengalami serangan sakit kepala di jam-jam tertentu. Namun hasil general medical checkup, dua kali scan kepala tak ada penyakit khusus, semua kondiri organ tubuh ibu masih bagus dan berfungsi baik.

Sayangnya beberapa minggu setelah ibu keluar dr rumah sakit yg pertama kali, ibu cuma menikmati sehatnya beberapa hari saja, ibu mulai susah makan, dan mengakibatkan kondisi tubuhnya drop kembali dan masuk rumah sakit lagi untuk menambah nutrisi, vitamin, darah dan semua yang kurang dalam tubuh ibu. Begitulah yang terus di lakukan pihak rumah sakit.


Dua puluh hari di rumah sakit, ibu masih sadar dan mengenali setiap orang yang datang membesuknya, bahkan ibu masih mengenali tetangga lama yang sudah hampir 30 tahun tak bertemu, ibu masih mengenali muridnya Kak Ujang Suparno yang diajarnya di SD cuma dengan mendengar suaranya yang khas. Masih hafal nama ke 13 cucunya ketika diminta menyebutkan nama cucunya satu persatu, masih hafal nama buyutnya, siapa saja cucunya yang sudah kerja dan masih kuliah, dihafal dengan baik oleh ibu.

Maka, ketika menjelang akhir kepergian ibu, kondisi ibu sudah agak membaik, sudah bisa minta duduk, pipinya sudah terlihat lebih berisi, kakak saya yang di Timika dengan terpaksa harus meninggalkan ibu sejenak untuk kembali ke Timika karna ada beberapa penting yang butuh kehadirannya. Sayangnya Malam Rabu, beberapa jam sebelum keberangkatan kakak saya, tiba-tiba kondisi ibu sedikit drop lagi, selang oksigen masih terus dipasang,namun nafas ibu sudah terdengar agak tersengal-sengal. Aa pamit pulang jam 9 malam dan saya lepas dengan pelukan dan tangisan sambil minta aa harus balik lagi jangan lama-lama di Timika. Ibu juga masih bisa menitipkan pesan pada aa untuk hati-hati dan salam buat Yani (istri aa).

Malam itu saya pulang dari rs lebih malam dari biasanya, sebetulnya saya pengennya menemani ibu dan Ceu Oma malam itu,tak tega rasanya melihat ibu diikat tangannya karena sering berontak dan bosan dengan selang2 infus dan selang lain di kepalanya yg mengakibatkan inpusnya terlepas,tak tega juga melihat nafas ibu yang kadang tersengal, tapi Ceu Oma miminta saya pulang dan saya janji rabu dan kamis saya cuti, giliran saya yang jaga ibu. Saya pulang dan sepanjang perjalanan di bus agra dari Cikokol-Veteran perasaan saya koq melowwwww banget,saya telpon sahabat2 baik saya sepanjang perjalanan untuk supaya tak merasa sendirian.

Sampai rumah saya capek sekali rasanya,saya tak mau diganggu dengan bunyi2 sms atau whatsapp yg kadang bunyi, malam ini saya silent semua HP saya,padahal selama ibu sakit saya tak pernah men-silent HP saya,rupanya inilah salah satu kesalahan saya.
Pagi ketika saya bangun tidur, sudah ada 7 missedcall dari Ceu Oma sejak jam 2 dinihari.
Saya telpon balik, Ceu Oma mengabarkan bahwa ibu harus masuk ruang ICU tp Ceu Oma tak bisa memutuskan sendiri, karena harus bla bla bla.. kata Ceu Oma dan kamu di telp gak diangkat2, Aa masih di pesawat, Ceu Ami juga tak bisa ditelpon.
Gak usah pikir2, masukin aja ICU skrng juga saya bilang. Dan Ceu Oma pun bersiap-siap ibu saat itu sedang di mandikan/dilap perawat. Saya baru bersiap mandi dan akan ke RS pagi ini juga. Tiba-tiba telpon saya berdering kembali, cuma tangisan Ceu Oma yang terdengar di telpon, saya tak jelas menangkap kata-kata yang di ucapkannya.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Ibu sudah pergi meninggalkan kami anak-anaknya dengan sangat tenang sekali, bahkan Ceu Oma pun tak sadar dengan kepergian ibu,Ceu Oma tak meninggalkan ibu ke luar ruangan sedetikpun, Ceu Oma cuma nongkrong sejenak di bawah samping tempat tidur ibu untuk membereskan pakaian dan barang-barang karena sebentar lagi ibu dibawa ke ruang ICU. Tapi ketika Ceu Oma selesai beres-beres, berdiri dan melihat ibu tidurnya tenaaaang sekali, bibirnya rapat tersenyum, matanya juga rapat dan tak terdengar nafas tersengal, Ceu Oma menyadari ibu sudah gak ada.. tak terdengar tarikan keras nafas penghabisan seperti kata orang-orang begitu bunyinya. Ceu Oma menyesali karena tak membantu ibu melafalkan kalimah syahadat terakhirnya, tapi saya yakin Ibu wafat dalam keadaan Khusnul Khotimah karena sepanjang sakitnya kalimah-kalimah tauhid selalu ibu lafalkan, ibu juga pergi dalam kondisi tubuh yang bersih.

Saya datang ke RS, dan melihat ibu sudah tidur dengan tenang, sangat tenang.. ibu sudah enak sekarang bu, ibu sudah tak perlu berontak dan diikat lagi. ibu sudah tidak kesakitan lagi kan ya bu..


Note :
Oh ya lewat tulisan ini juga Saya dan kakak-kakak saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Handai Taulan, Kerabat dan sahabat2 tercinta yang tak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah memberikan Simpati, Perhatian, Bantuan Khususnya Doa, sejak Almarhumah dirawat di RS hingga berpulangnya Ibunda tercinta Hj. Ratih Suriaty Pd Hari Rabu 25 April 2007 dan telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Tigaraksa Tangerang.
Semua bentuk rasa simpati te
man2 via sms,telepon, email,whatsapp,fb,twitter,MP,a
tau kunjungan sangatlah menyejukkan hati kami.

Semoga Allah SWT menerima budi baik teman-teman semua sebagai amal ibadah dan memberikan imbalan yang berlipatganda. Dan semoga Allah SWT tetap mengeratkan sillaturahmi diantara kita semua. Mohon maaf juga jika saya tak bisa memberikan kabar ini secepatnya kemarin itu.

Advertisements

67 responses to “Ibu Sudah Tidak Kesakitan Lagi

  1. sofianykacika said: turut berduka yang sedalam2nya ya Cho…aq pernah merasakan hal yg sama saat kehilangan mama, Jadi menurut diagnosa dokter ibu sakit apa Cho? apa penyebab seranga sakit kepala beliau di jam2 tertentu tsb?? iya..sekarang ibu sudah tidak kesakitan lagi cho….insyaallah ibu akan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah..aamiin..

    Cika..thx banget ya Cik, gw jadi inget mama elo juga nih.. beliau sangat baik hati dan fungkeeeh, seneng bisa kenal mama elo.. smoga beliau juga sudah nyaman di Surga ya Cik.Menurut dokter gak ada sakit spesifik untuk organ tubuh,waktu ct scan pertama tadinya di kepala ada cairan, di duga itu penyebab sakit kepalanya, tapi pas masuk rs ke dua di ct scan lagi cairan di kepala sdh gak ada koq..jadi bingung juga kalau alm ibu gw masih kesakitan kepalanya.Aamiin.. Insya Allah ya Cik, smoga ibu mendapat tempat yang layak di surga

  2. rengganiez said: Turut belasungkawa ya, mba…

    Mbak Niez.. makasih ya Mbak, smsnya juga sdh sy terima, terima kasih

  3. myshant said: maaf baru tahu Teh Icho ….turut berdukacita ya Teh IchoinsyaAllah ibunda sudah tenang di sisiNya, hilang semua rasa sakit

    Tak apa Shan.. maaf juga gak mengabari langsung 🙂 Aamiin, terima kasih doanya ya Shan

  4. eddyjp said: turut berduka cita Cho, tapi emak dikau beruntung tak dimasukkan ke ICU deh, hanya menambah penderitaan saja.

    Terima kasih ya Ed, iya Ed.. Ibu juga kayaknya gak mau memberatkan anak2nya Ed

  5. ummizaidina said: Turut berduka cita mbak, semoga ibunda dilapangkan kuburnya, diterima semua amal ibadah, aamiin.

    Aamiin, terima kasih Mbak Wil.. sehat2 yg di sana yaa

  6. rosshy77 said: #Peluk edaku#Turut berduka ya Da

    Thank you Eda… *peluk lagi*

  7. Baru baca “peluk teteh”hiks

  8. rumahnyaalsa said: Baru baca “peluk teteh”hiks

    Thanks Lita…. *peluk* makasih yaaa sdh belain datang malam2 ke rmh saat ibu wafat

  9. hari ini, baca ini, aku lgsg teringat almh mama-ku teh, yang hari ini juga genap 9th wafat. jadi teringat masa2 di rumkit, berminggu2, seluruh tubuhnya isinya cuman selang, makana/minuman, cairan yg keluar…. semua lewat selang… sedih banget emang waktu nyaksiin kepergiannya, tapi kita harus ikhlas, Alloh lebih sayang, dan aku masih menangis… …..peluk teteh… :((

  10. yanti27 said: hari ini, baca ini, aku lgsg teringat almh mama-ku teh, yang hari ini juga genap 9th wafat. jadi teringat masa2 di rumkit, berminggu2, seluruh tubuhnya isinya cuman selang, makana/minuman, cairan yg keluar…. semua lewat selang… sedih banget emang waktu nyaksiin kepergiannya, tapi kita harus ikhlas, Alloh lebih sayang, dan aku masih menangis… …..peluk teteh… :((

    Peluk Mbak Yanti juga… maaf jadi melow inget alm mama ya. bersyukur ya Mbak kita sudah ikut merawat ortu disaat sakit dan sehatnya. Iya, kita mesti ikhlas supaya melancarkan jalannya beliau ke Syurga

  11. ibuseno said: Peluk Mbak Yanti juga… maaf jadi melow inget alm mama ya. bersyukur ya Mbak kita sudah ikut merawat ortu disaat sakit dan sehatnya. Iya, kita mesti ikhlas supaya melancarkan jalannya beliau ke Syurga

    amien….. y.r.a …

  12. semoga ALLAH mengampuni dosa2 alm ibuturut berduka cita ya teh, sorry telat banget nih, baru ol lagi.

  13. siantiek said: semoga ALLAH mengampuni dosa2 alm ibuturut berduka cita ya teh, sorry telat banget nih, baru ol lagi.

    Aamiin.. terima kasih ya nan, makasih juga sdh dengerin curhat crita2 ibu tiap malem hehehe. gpp .. emang kemana aja siiih.. pantesan jarang nongol

  14. Mbak Icho….minta maaf…saya bener2 nga tau.. :(( sampai saya tadi liat2 foto Ibu Mbak Icho turut berduka cita Mbak…. *peluukkkk*

  15. fendikristin said: Mbak Icho….minta maaf…saya bener2 nga tau.. :(( sampai saya tadi liat2 foto Ibu Mbak Icho turut berduka cita Mbak…. *peluukkkk*

    Kristin.. tak apa, aku juga minta maaf gak nulis lbh jelas di tulisan ini bukan berjudul In Memoriam jadi gak jelas dan gak kasih kabar Kristin.. thanks yaaa..

  16. ibuseno said: Tapi ketika Ceu Oma selesai beres-beres, berdiri dan melihat ibu tidurnya tenaaaang sekali, bibirnya rapat tersenyum, matanya juga rapat dan tak terdengar nafas tersengal, Ceu Oma menyadari ibu sudah gak ada.. tak terdengar tarikan keras nafas penghabisan seperti kata orang-orang begitu bunyinya

    innalillahi wainna ilaihi rojiun…teteh maaf aku telat tau, turut berduka cita ya teh.. smg arwah ibu diterima disisi Allah SWT.btw kejadian ceu oma mirip spt aku, saat2 terakhir alm ayahku meninggal kami smua anaknya ga beranjak sedetikpun tapi disaat2 terakhir ayah sakaratul maut tiba2 adikku hampir pingsan, jadilah aku sibu menenenagkan adikku, dan ketika sadar alm ayah udah ga ada…

  17. littlejibran said: innalillahi wainna ilaihi rojiun…teteh maaf aku telat tau, turut berduka cita ya teh.. smg arwah ibu diterima disisi Allah SWT.btw kejadian ceu oma mirip spt aku, saat2 terakhir alm ayahku meninggal kami smua anaknya ga beranjak sedetikpun tapi disaat2 terakhir ayah sakaratul maut tiba2 adikku hampir pingsan, jadilah aku sibu menenenagkan adikku, dan ketika sadar alm ayah udah ga ada…

    Aamiin.. Diza makasih ya Diz doa2nya buat alm ibuku. tuh kan, ada aja kan ya, pdhal semua juga sudah siap dan ikhlas melepas kepergiannya, tp memang rasanya ayah dizna juga tak mau kepergiannya semakin memberatkan anak2nya kalau melihat saat akhirnya..tetanggaku dulu juga ada lho yg saat menjelang ajalnya, anak, istri, sampai pembantu adaaa aja di suruhnya keluar rumah meski cuma ke warung, sampai akhirnya dia meninggal sendirian.. itulah ajal Diz.. kita tak bisa prediksi 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s