Buah Dari Perbuatan Baik Yang Manis

Hari ini saya dapat cerita yang menurut saya sangat inspiratif.
Sebetulnya saya sudah meminta si pelaku untuk menuliskan cerita ini, namun teman saya tak mau menuliskannya, kawatri terlihat riya atau pamer dengan perbuatannya.
Baiklah.. atas ijin dari teman saya, saya menuliskannya di sini

Jadi ceritanya begini..
Sore rabu kemarin pas hujan itu, Sudirman kan macet tuh, teman saya pulang kerja, pengennya pulang cepet karena anaknya ultah, rumah teman saya itu dibilangan cibubur sana,biasa dia naik omprengan dr Sudirman.
Sambil nunggu omprengan berdua temannya, tiba-tiba di depannya taxi berhenti dan ada bule setengah tua tanya ke teman saya di mana gedung dharmala, karena dia ada meeting di sana jam 5 sore.
Teman saya nujukin, gedung dharmala ada di sebrang sana, mending kamu turun di sini dan nyebrang jembatan karena kalau muter pasti macet dan lama. Si Bule nurut, tapi waktu mau bayar taxi, tiba-tiba si bule kaget, dompetnya ketinggalan, mau balik lagi ke apartemennya sangat gak mungkin, si bule kelihatan bingung. Teman saya dan temannya saling lirik dan melihat argo di taxi 48 ribu, mau bayarin itu bule mereka berdua bingung, sama-sama beneran lagi bikek abis, karena gajian baru besok.

Akhirnya teman saya dan temannya itu sambil ngomong bahasa sunda berdua, mereka ngubek2 dan ngaduk2 dompet, patungan buat bayarin si bule itu. Si bule juga melihat kedua orang itu yang patungan buat bayarin dia, dan ketika dibayarkan si bule berkali-kali mmengucapkan thank you …thank you.. sambil meminta kartu nama teman saya, dan janji pasti akan telpon.

Sepeninggal si bule, teman saya dan temannya ngakak bareng dan terpaksa kembali ke kantor, cek teman yang masih ada di kantor untuk pinjam ongkos pulang. Selamatlah mereka berdua sampai di rumah masing-masing dengan uang pinjamannya.

(Sampai di sini saya terharu dan bangga dengan kebaikan teman saya, I’m really proud of you deh Ceu !!. Dengan kondisi dia yang mepet gak punya uang tak mengurangi keinginannya berbuat baik pada orang lain.)

Lalu teman saya melanjutkan ceritanya, besoknya dia dapat email dari si bule itu begini


“si bule ceritain kronologis pengalaman dia kemarin itu dan di tolong oleh kedua orng yg saya ceritakan di atas, bule itu bilang, ketika saya membalik kartu nama kamu, ada tulisan “The leaders who make a difference ” dan itulah kamu.” gitu deh kira2 ( ketauan gw baca pake google translete).

Tak lama imel dari si Bule datang, si bule itu telpon ngajak makan teman saya, tapi berhubung mereka masih blm gajian, gak ada ongkos buat ke tempat makan yg si bule ajak, teman saya nolak , next time aja katanya.
Saya pikir, inilah buah kebaikan dari teman saya, mau ditraktir si bule meski dipending dulu.

Tapi rupanya masih ada buah kebaikan lainnya.
Jadi waktu anaknya teman saya mau ultah itu, teman saya bener2 lagi bokek, sementara anaknya minta kue ultah dengan gambar (edible ) smash. Ragu2 dia mau pesan kue tapi gak ada uang buat bayar kue. Untung kita punya sohib yang baik, yang mau membuatkan kue dengan harga special temen banget dan boleh di bayar kapan aja , meski teman saya janji habis gajian di bayar. Akhirnya anaknya pun happy bersama teman-temannya menikmati kue ultahnya, tanpa tahu proses mamanya beli kue.

Ndilalah, tiba-tiba ada temen yang mau mbayari kue ultah anaknya, meski teman saya berkali-kali bilang jangan, bahkan sampai telpon2 dan nangis merasa sedih sampai ada yang mbayari kuenya. Dia tidak mau dibayari, dia mau bayar sendiri. Tapi yang mau bayari kue itu juga keukeuh tetap mau bayari sebagai hadiah ultah anaknya, bukan mau ngasih uang cuma-cuma emaknya.

Masalah bayar membayari kue ini saya dapat sebelum teman saya menceritakan kisahsi bule ini ke saya. Maka setelah saya bilang ke teman saya, bahwa ini rejeki anak elo dan ini juga buah dari perbuatan baik elo kemaren, Allah mengirimkan balasan kebaikan elo lewat orang yang mau membayari kue anak elo. Masa elo nolak rejeki dari Allah… dan barulah dia mau menerima dibayari kuenya.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari cerita teman saya diatas adalah untuk selalu berbuat baik dalam keadaan apapun, dengan siapapun tanpa memandang perbedaan SARA.

Peluk erat buat teman-teman saya yang baik dalam cerita ini : Penolong si bule, pembuat kue,yang mbayari kue, saya bangga jadi teman kalian.

Advertisements

52 responses to “Buah Dari Perbuatan Baik Yang Manis

  1. Gw baru diceritain kemaren nih sama terdakwa hahahha,…salut!

  2. melisaoktavia said: Gw baru diceritain kemaren nih sama terdakwa hahahha,…salut!

    wakakakak… akhirnya si terdakwa cerita juga ya.. dia gak mau di publish tp cerita ini inspiratif, jd gw tulis di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s