hati-hati orang terdekat, potensial jadi selingkuhan

Siapa yang paling potensial untuk jadi selingkuhan suami Anda? Jangan kaget, karena, menurut sejumlah penelitian, perselingkuhan justru sering terjadi dengan orang-orang terdekat. Siapa saja mereka?

Setiap kali sebuah perselingkuhan terungkap, yang pertama-tama muncul adalah sakit hati. Karena, merasa dikhianati, merasa dibohongi, dan merasa dihina. Kemudian, muncul rasa heran. Apa yang membuatnya selingkuh? Apa hebatnya wanita itu? Apakah selama ini suamikutidak puas? Apakah suamiku sudah tidak cinta lagi padaku?

Sebelum sampai pada titik perselingkuhan, mari kenali orang-orang terdekat dengan suami Anda yang memungkinkan terjadinya perselingkuhan. Dengan mengenali "calon selingkuhan" suami Anda, tentu bisa dilakukan penjagaan agar suami tercinta tak sampai jatuh dalam pelukan wanita lain. Siapa saja mereka?

Teman Kerja dan Relasi Pekerjaan

Kalau mau dihitung-hitung, berapa jam suami Anda di rumah? Bandingkan dengan berapa jam suami Anda di luar rumah? Besar kemungkinan, ia lebih lama di luar rumah. Aktivitasnya tentu saja adalah bekerja atau berbisnis demi mencukupi kebutuhan keluarga. Jadi, bisa diperkirakan, berapa banyak orang yang telah bertatap-muka dengan suami Anda.

Adakah salah seorang di antara mereka wanita? Dapat dipastikan tentu ada. Rasanya tidak mungkin suami Anda yang berada di luar rumah lebih dari delapan jam sehari hanya bertatap-muka dengan para pria. Pasti ia pemah berdialog, berdebat, bahkan mungkin bercanda dengan wanita yang ia temui. Semua itu sebenamya wajar dan normal, sebagai bagian dari dinamika bekerja.

Mungkinkah tumbuh simpati di antara mereka? Jawabannya: sangat mungkin. Bisa jadi suami Anda bersimpati pada seorang atau beberapa orang wanita. Sebaliknya, seorang atau beberapa orang wanita ada yang bersimpati pada suami Anda. Apakah itu normal? Ya, sangat normal. Simpati bisa tumbuh karena penampilan, cara kerja, kepintaran, keluwesan, dan berbagai kelebihan lainnya.

Boleh dibilang, rasa simpati ini merupakan persemaian atau lahan yang subur untuk tumbuhnya perselingkuhan. Kalau sudah simpati, percikan perasaan sedikit saja bisa segera menumbuhkan tunas perselingkuhan. Itu artinya, dengan mengetahui lingkup kerja suami Anda, maka Anda hendaknya melakukan sejumlah antisipasi agar tak timbul percikan perasaan itu. Maka, tingkatkanlah komunikasi Anda dan suami agar senantiasa intensif, hingga tak ada celah bagi wanita lain untuk memercikkan perasaannya.

Mantan Pacar

Bagaimanapun juga, wanita yang satu ini pernah menjalin hubungan dengan suami Anda. Bahkan, ia sudah lebih dulu mengenal suami Anda dibanding Anda. Jadi, meskipun mereka sudah putus hubungan, pertemuan antar mereka tetap saja rawan. Bahkan, meski sang mantan sudah bersuami, kerawanan itu tetap saja ada.

Maka, jangan biarkan suami Anda bertemu dengan mantan pacarnya, hanya berdua saja. Dengan dalih apa pun, kalau ia minta izin, ya sebaiknya tidak Anda izinkan. Jika pertemuan itu terjadi tanpa sepengetahuan Anda, maka terbukalah peluang untuk bangkitnya kembali sejumlah kenangan manis antara mereka berdua. Karena, tidak akan mungkin pembicaraan mereka demikian steril tanpa menyentuh kenangan masa lalu.

Pembicaraan yang paling menonjol dengan mantan pacar adalah tentang pasangan mereka masing-masing. Maksudnya, sang mantan akan bertanya tentang Anda, mulai dari perilaku, kelebihan, kekurangan, sampai yang seru-seru tentang Anda. Karena mereka pernah pacaran, tentu saja ngomongnya pun ceplas-ceplos, yang seringkali ditingkahi tawa. Sebaliknya, suami Anda pun akan bertanya tentang suami sang mantan, mulai dari yang umum sampai yang detail.

Ada kemungkinan, mereka akan menutup-nutupi sisi minus pasangan masing-masing. Dengan kata lain, masing-masing ingin menunjukkan bahwa mereka kini bahagia dengan pasangan barunya. Sebaliknya, mereka bisa sama-sama curhat tentang situasi rumah tangga masing-masing. Inilah situasi yang memungkinkan terbukanya celah untuk perselingkuhan.

Dengan membeberkan masalah rumah tangga masing-masing, mereka akan sharing, bertukar pengalaman, yang ujung-ujungnya komunikasi jadi intens. Selanjutnya, Bukan tidak mungkin mereka merasakan begitu banyak kelemahan pasangan masing-masing,
hingga ada dorongan untuk saling mengisi, saling men-support. Kalau sudah sampai pada situasi ini, perselingkuhan jelas tak terhindarkan.

Teman Istri dan Istri Teman Sendiri

Dalam berbagai pertemuan, tentu Anda pernah berkenalan dengan rekan-rekan suami. Baik rekan pria maupun rekan wanitanya. Juga, dengan para istri dan suami mereka. Sebaliknya, suami Anda tentu Juga pernah berkenalan dengan rekan wanita serta rekan pria Anda. Termasuk, dengan suami dan istri mereka. Artinya, sudah terjadi perkenalan silang antara lingkungan Anda dengan lingkungan suami Anda.

Dialog terjadi, mulai dari urusan kerja sampai urusan aktivitas di luar kerja. Bahwa kemudian di antara mereka ada yang merasa cocok untuk ngobrol atau diskusi lebih panjang, tentu lumrah dan wajar adanya. Bahkan, bukan tidak mungkin ada kerjaan mereka yang nyambung, yang membuka ruang untuk terjalinnya kerja sama. Selain itu, ada juga yang jadi berkelanjutan karena mereka sama-sama punya minat pada bidang yang sama hingga obrolan nyangkut ke mana-mana.

Karena merasa sudah mengenal pasangan masing-masing, tentu saja kalaupun kemudian mereka janji ketemuan pasti tidak canggung lagi. Yang diobrolkan pun fokus pada tujuan pertemuan yaitu pekerjaan atau proyek yang dirancang bersama. Pada tahap awal, dapat dipastikan, semua masih terjaga, belum ada yang melenceng atau nyerempet-nyerempet bahaya.

Jika pertemuan itu sampai berkelanjutan, bukan tidak mungkin hal-hal informal muncul sebagai topik obrolan. Misalnya, suami Anda bercerita bahwa minggu-minggu ini ia lelah sekali karena pekerjaan numpuk. Sang wanita lalu masuk dengan usulan makanan, minuman, bahkan mungkin suplemen untuk mengembalikan energi. Ini sebenarnya hanya bentuk perhatian kecil tapi karena momennya tepat jadi usulan itu terasa demikian bernilai.

Sekali, dua kali, tiga kali, eh lama-lama nilai perhatian yang semula kecil itu jadi terasa sangat berharga. Maka, terbukalah celah untuk terjadinya perselingkuhan. Bentuknya, bermula dengan saling memberi perhatian. Apalagi jika kemudian disambung dengan sms yang mengingatkan, Jangan lupa minum suplemennya. Wah, wah, makin terbukalah jalan untuk terjadinya perselingkuhan dengan teman istri atau istri teman sendiri.

Biar Orang Dekat, Tetap Waspada

1. Perselingkuhan sering terjadi tanpa rencana. Makanya, Anda harus tetap waspada. Jangan biarkan pasangan Anda menjalin komunikasi intensif dengan lawan jenis, meski dengan kerabat Anda sekalipun.

2. Biasa
kan dialog secara terbuka dengan pasangan, dengan menceritakan apa yang terjadi sepanjang hari. Ini memungkinkan masing-masing mengantisipasi adanya celah untuk dimasuki pihak lain.

3. Jangan biarkan pasangan sering jalan sendiri. Sediakan waktu untuk mendampinginya. Bukan dengan tujuan mengawal tapi menjaga agar rasa kebersamaan tetap terjalin dengan baik.

4. Andai ada rasa curiga, ungkapkan terus-terang pada pasangan. Kemukakan kecemasan Anda, nyatakan keresahan Anda. Ini jauh lebih balk daripada memendamnya sendiri yang kemudian meledak bagai bom waktu.

sumber : men and women.com ( sorry kurang jelas krn pake ninjaproxi liatnya )
Note : to Mr. R, mestinya posting ini gw kirim sebelum semuanya terjadi ya.
tapi gak ada salahnya kita semua belajar dari kejadian yang lalu.
to Mr. J , stop chat n mail to her ( genock tauuu)
to Mr. B, Mr R , Mrs D , you still my friend but no for your affair
Advertisements

35 responses to “hati-hati orang terdekat, potensial jadi selingkuhan

  1. weqs…emang bener , apalagi sering curhat ama temen xixixixi [sok serius :P]

  2. heuheuheuy deuh..!saya mo selingkuh sama syapa ya? dikantor cowok semua, relai/client cowok semua..secara gawenya di bidang teknik siy(baca: kontraktor)…..hihi

  3. jamesdoel said: weqs…emang bener , apalagi sering curhat ama temen xixixixi [sok serius :P]

    so ?? dari temen jadi demen deh yaa

  4. cepdedentoni said: heuheuheuy deuh..!saya mo selingkuh sama syapa ya? dikantor cowok semua, relai/client cowok semua..secara gawenya di bidang teknik siy(baca: kontraktor)…..hihi

    siapa tau lho kang… ce or co kan sama aja hehe

  5. notenya… dalem banget, hehehe…

  6. Wah gawat …..orang paling deket …cuma pak agus…office boy….hiiiyyyyyy….

  7. sarlen said: notenya… dalem banget, hehehe…

    semoga aja para Mr. dan Mrs itu ngintip di sini mbakdah pada bebel di bilangin hihi

  8. iipx said: Wah gawat …..orang paling deket …cuma pak agus…office boy….hiiiyyyyyy….

    hihihi.. gak ada rotan akar punjabi kang..

  9. Huehehehe…..akar punjabi….hehehe…gubrakkk..

  10. Bener banget bu… setujuu….. makanya aku selalu diwanti-wanti sama mertua untuk nggak bawa temen nginep di rumah atau sodara tinggal di rumah… ๐Ÿ™‚

  11. bener banget….Kejadian juga suka begini….Om + Ponakan, Adik Ipar + Kakak Ipar

  12. Dunia udah gila,…yg selingkuh malah pada bangga,..hu..

  13. Makanya khan klo udah menikah, sebaiknya jaga jarak aman dgn lawan jenis. Seperlunya aja, jgn terlalu deket, apalagi ampe curhat2an.. Wahh bahaya tuhhh..

  14. uih Icho lagi curigaan sama si mas, kok selingkuhan melulu postingan ini hari…he..he..

  15. Konon beda standar ya buk.. kalo buat kita, sering curhatan, sms-an, chatting-an rasanya udah dikhianati abissss… tapi kalo buat mereka, “lho cuma ngobrol kok.. at the end of the day kan aku tetap pulang ke kamu, memenuhi tanggung jawab sama kamu dan anak-anak”… heheee ;p bener apa engga..?? wallahualaaam… kayanya emang akhir2nya semua kudu dibungkus do’a, nitip sama Pemilik yang Maha Memiliki buat ngejagain..

  16. keluargarenaldo said: Bener banget bu… setujuu….. makanya aku selalu diwanti-wanti sama mertua untuk nggak bawa temen nginep di rumah atau sodara tinggal di rumah… ๐Ÿ™‚

    ibu mertua mbak bener banget kan.. sodara aja potensial lho jadi selingkuhan kan

  17. swahyuni said: bener banget….Kejadian juga suka begini….Om + Ponakan, Adik Ipar + Kakak Ipar

    iya mbak, smoga aja gak terjadi di keluarga kita yaa

  18. melisaoktavia said: Dunia udah gila,…yg selingkuh malah pada bangga,..hu..

    embeeeer.. dan bikin gw pusing

  19. kartikaihsan said: Makanya khan klo udah menikah, sebaiknya jaga jarak aman dgn lawan jenis. Seperlunya aja, jgn terlalu deket, apalagi ampe curhat2an.. Wahh bahaya tuhhh..

    jarak amannya berapa meter ika hihi..

  20. eddyjp said: uih Icho lagi curigaan sama si mas, kok selingkuhan melulu postingan ini hari…he..he..

    hehehe.. si mbah beneran dukun nih tau aja die..engga koq mbah, bakal nyesel deh kalo si mas sampe selingkuh perjanjiannya berat.kan gara2 si Mr 2 di atas itu tuh.. yang curhat di YM mulu, sampe bosen.

  21. armansyah said: Konon beda standar ya buk.. kalo buat kita, sering curhatan, sms-an, chatting-an rasanya udah dikhianati abissss… tapi kalo buat mereka, “lho cuma ngobrol kok.. at the end of the day kan aku tetap pulang ke kamu, memenuhi tanggung jawab sama kamu dan anak-anak”… heheee ;p bener apa engga..?? wallahualaaam… kayanya emang akhir2nya semua kudu dibungkus do’a, nitip sama Pemilik yang Maha Memiliki buat ngejagain..

    iya itu sebabnya sebaiknya selalu saling doakan pasangan kita dan kita sendiri supaya tetap setia dan berada di jalur yang benar.apalagi saya.. saya mah sering di tinggal, dan setiap kali ditinggal, doanya lebih kenceng hihi..

  22. seperti kata bang Napi : “perselingkuhan timbul bukan hanya karna ada niat, tapi juga ada kesempatan! jadi : WASPADALAH!!!!!!!”

  23. *wah…membaca dengan teliti*postingan mba Icho seru, TFS yaaa

  24. waduh, gak komen deh, aku tipe cowok setia nih ( kecuali ada kesempatan :p)

  25. fadhilaharif said: seperti kata bang Napi : “perselingkuhan timbul bukan hanya karna ada niat, tapi juga ada kesempatan! jadi : WASPADALAH!!!!!!!”

    waspadalah…waspadalahjangan sampai ketinggalan ..:-)

  26. miapiyik said: *wah…membaca dengan teliti*postingan mba Icho seru, TFS yaaa

    seru ?/ masa sih.. jagoannya yg mana teh hehesama2 teh..smoga berguna

  27. alamalam said: waduh, gak komen deh, aku tipe cowok setia nih ( kecuali ada kesempatan :p)

    hahaha…kesempatan banyak, tapi ada niat gaa ?/

  28. ibuseno said: hahaha…kesempatan banyak, tapi ada niat gaa ?/

    kalau kesempatan datang, gak perlu niat. Kelamaan! langsung SIKAT aja

  29. alamalam said: kalau kesempatan datang, gak perlu niat. Kelamaan! langsung SIKAT aja

    hahaha.. dasar pria !!

  30. yang menarik justru yang terakhir mbak… Mr R, Mr B… dllll hahaha kayak infotemen aja mbak…

  31. ikautami said: yang menarik justru yang terakhir mbak… Mr R, Mr B… dllll hahaha kayak infotemen aja mbak…

    hihi… inpotenmen dah merajalela ya mbak..

  32. setuju ibu……aku setuju dengan artikel diatas…………………

  33. ritatriani said: setuju ibu……aku setuju dengan artikel diatas…………………

    makasih.. makasih…. saya setuju juga..

  34. ibuseno said: hahaha.. dasar pria !!

    emang wanita pencemburu

  35. Tulisan mbak menarik, sampai2 saya tertarik untuk comment. Saran2 nya lebih tepat kepada cinta yg bertepuk sebelah tangan, mbak. Kalau hanya satu pihak yg harus menjaga ‘celah2 nano’ agar tidak menjadi ‘celah2 besar’ yg berujung pada perselingkuhan itu, maka pihak tersebut harus ‘bekerja’ siang dan malam hingga akhir hayat selama masih di dalam ikatan. Nah, dengan ‘bekerja’ seperti itu, akan kah didapatkan kebahagiaan??, karena kemungkinan datangnya celah2 nano yg baru hampir tidak bisa di prediksi kapan datangnya, dimana tempatnya, dan siapa orangnya.
    Tapi jika memang setiap pihak mencintai dengan tulus pasangannya dan pihak tersebut menjaga dirinya masing2 dari celah2 nona tersebut, maka pihak pertama tidak perlu ‘bekerja’ siang dan malam sendirian. Dengan kata lain, tiap pihak dalam pasangan akan bekerja sama dan sama2 bekerja, pihak pertama akan ‘bekerja’ pada waktu siang dan biarkan pihak kedua “bekerja” pada waktu malam. Lol.
    But seriously, dengan begitu, sebanyak apapun celahnya, tidak akan menembus perisai cinta (kesetiaan) yg terbuat dari ketulusan cinta tersebut, dan kemungkinan untuk terjadinya perselingkuhan pun adalah super-nano.

    Gimana menurut mbak?
    Have a nice day,, ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s