Agar Cepat Sembuh dari Covid-19


Di tulisan sebelumnya kan saya cerita, soal orang terdekat yang terpapar covid.
Kemarin saya sudah cerita berita sedih meninggal karena covid.
Sekarang saya mau cerita berita gembiranya, sembuh dari Covid

Iya kakak saya sudah sembuh dari Covid 19, sudah pulang kembali ke rumah hari Minggu lalu,setelah 13 hari isolasi dan pengobatan di RS. Kok cepet ?? Iya alhamdulillah cepet, karena tak ada yang terlalu mengkhawatirkan , kakak saya juga gak mengalami sesak, kemarin kami sempat kawatir karena kakak saya ini kan comorbid.

Dan karena ada 3 orang teman saya di WAG lain yang juga sedang kena Covid, beberap teman tanya, “kok kakak lo cepet gitu sembuhnya , alhamdulillah yaa ??”
Ya bersyukur aja Allah kasih kesembuhan dengan cepat, Selain itu karena ddari kakak saya sendiri yang semangat ingin sembuh, ikutin semua petunjuk2 kesehatan dari dokter dan perawat di sana. Tidur / istirahat yang cukup, olah raga ringan, minum obat2 yang dikasih, obatnya juga kebanyakan vitamin2 aja untuk nambah imun tubuh,
banyak minum susu murni, minum madu, hanyatkan badan dengan minyak gosok yang cocok dengan tubuh kita
, kebetulan kakak saya ini gak kuat minyak kayu putih, jadi dia pakai minyak gosok lain yang cocok. Kakak saya juga bikin gak mau stress, pikirannya dibikin tetap tenang. Kalau sekiranya ada yang dia perlukan tinggal WA saya, atau anaknya, krn RS nya yg paling dekat dengan rumah saya dan rumah anaknya.

Kakak saya untungnya sudah terbiasa sakit eh pernah merasakan sakit dalam waktu lama ( belum lama ini beberapa bulan bolak balik RS karena cancer servix ), jadi dia sudah biasa kalau sakit di telpon atau di WA nanya kondisinya dan lain-lain.
Dia sudah bisa menghandle hatinya,jiwa dan pikirannya ketika dia divonis penyakit gawat seperti itu dengan TAWAKAL dan percaya pada proses pengobatan dalam upaya ikhtiar.

Begitupun ketika kemudian kakak saya terpapar Covid19 dan harus diisolasi di RS, dia ikuti prosedurnya,dia ikuti semua penanganan dan pengobatan di RS.
Ada beberapa saudara bilang HP nya jangan sering-sering dinyalain nanti sedih kalau ada yang tanya2. Tapi kakak saya gak tuh biasa aja,HP malah salah satu obat dia supaya gak stress, dengan HP dia bisa ngabarin ke temen-temen, ke sanak family tentang kondisi dia, tujuannya selain membuat sanak family tenang, juga bikin kakak saya tenang, happy dan banyak hiburan dengan ngobrol2 sama temen2, bisa selfie2, bisa komen2 makanan2 di WAG. Dia sendiri yang memfilter mana yang perlu dibaca dan tidak.

Dan kami di luar RS yang menanti kabar dan kesembuhan kakak, sepakat gak akan banyak tanya langsung kondisi dia, setiap kali WA, lebih sering WA soal gosip, soal gambar2 lucu atau cerita hal lain yang bikin happy. Support aja kebutuhan dia di dalam RS kira2 apa yang bisa kita handle dari luar. Dia lupa bawa alat mandi dan pakaian dalam, beres.. dari rumah saya yang terdekat, kirim by Gojek.


Dia lupa belum bayar listrik, beres.. ada sepupu yang minta no pelanggannya berapa ? langsung dibayarkan gak perlu diganti katanya .. Alhamdulillah.


Support dari luar RS ini juga penting biar gak terlalu banyak yang dia pikirkan. Biasanya dari jawaban2 WA, atau dari proses jawab WA or telepon atau video call kami bisa lihat bagaimana kondisi dia saat itu.

Tapi kata kakak saya, kunci yang mempercepat penyembuhan itu adalah
Semangat untuk sembuh, percaya kepada tim medis, jangan stress , happy aja, dan yang terpenting percaya dan tawakal kepada Sang Maha Penyembuh.

Semoga kalian-kalian yang sedang sakit terpapar Covid19 segera sembuh, dan semoga Badai Covid cepat berlalu.

In Memoriam Pak Christian – Kasus 1 Covid di Kantor

Sejak kasus 1 Covid di kantor,  3 Hari kantor kami tutup sesuai prosedur penanganan covid di perkatoran, yg mewajibkan kantor ditutup selama 3 hari. Dan ini hari pertama kembali masuk di 3 September. Tapi saya masih belum mau masuk, saya ambil jatah off saya bulan ini 3 hari biar genap seminggu saya gak masuk kerja.  Juju raja saya masih parno, karena interaksi saya dengan 2 orang yang terkena  covid masih belum 14 hari.

Tapi pas di hari pertama masuk kembali, kabar duka itu dating, Pak Christian , kasus 1 Covid di kantor saya akhirnya berpulang.  Begitu cepat prosesnya. Tangga 20 Agustus Pak Chris terakhir masuk kantor, senin sudah gak masuk lagi karena sakit. Hari kamis 27 Agustus  saya pikir Pak Chris masih sakit biasa, jadi saya masih tagih progress report rutin setiap hari kamis

Tapi  3 hari kemudian, 3 September, kami semua harus mengikhlaskan kepergian Pak Chris. Beliau sudah berjuang melawan Covid, tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan lebih sayang Pak Chris.

Hari jumat 28 Agustus  kami semua dapat informasi, Pak Chris positif terpapar covid19 dan dirawat di RS.  Tanggal 30 Agustus kami semua senang karena Pak Chris masih bias berbalas WA di WAG, pertanda  kondisinya masih stabil.

Selamat jalan Pak Chris, Isitrahatlah dengan damai di Surga. Terimakasih atas 12 tahun lebih pertemanan dan kerjasamanya selama ini.  Pak Chris Senior saya di Kampus, juga mentor saya ketika saya pertama kali pindah ke kantor ini. Pak Chris yang tidak pernah terlihat marah, kalimat dan kata2 yang keluar dari mulutnya  penuh kebajikan, suaranya bahkan cenderung pelan.  

Maafkan kami semua tak bias mengantarkanmu bahkan melihatmu untuk terakhir kalinya, hanya doa yang bias kami panjatkan untukmu. Kami semua kehilangan..

Ketika Orang Terdekat Terpapar Covid 19

Lewat cerita ini, saya mau ajak kalian semua teman2 wepe dan yang baca, tetap waspada dan saling jaga karena COVID-19 itu nyata. Bagi sebagian orang mungkin baru bisa ngerasa nyata kalau teman dekat atau keluarga kalian terpapar covid19.

Keluarga saya termasuk yang parno dengan covid ini, jadi kita bener-bener jaga kondisi dan kesehatan, mematuhi protokol2 kesehatan, menghindari kerumunan dan gak pergi ke mana-mana kecuali sangat mendesak.

Awal juli WFH sudah dibubarkan, saya kembali ke kantor, dan sejak itu pula ke kantor dengan perasaan gak nyaman, terpaksa, ketakutan, gak pernah berani naik kendaraan umum. Bahkan ketika berita cluster kantor bermunculan, kekawatiran ini makin menjadi, meskipun terus berdoa semoga jangan ada kasus covid di kantor saya.

2.5 bulan setelah masuk kerja kembali, akhirnya kasus pertama covid 19 di kantor saya muncul, semakin mengerikan ketika yg pertama kali positif covid19 adalah teman seruangan, satu kubikel dengan saya dan jarak duduk kami hanya 2 meteran. awalnya 1 orang, kemudian sebelahnya yang diduga tipes, ternyata hasil swabnya juga positif.

Kantor kami akhirnya diliburkan untuk dibersihkan , mengikuti protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di perkantoran , kami semua di rapid test, dan sayapun WFH Kembali karena kebetulan akhir bulan juga, proses closing bulanan dilakukan di kantor cabang terdekat.

Baru 2 hari WFH , dan lega karena hasil rapid test non reaktif, tiba-tiba keponakan saya nelpon, mamahnya (kakak saya) positif covid juga. dan hari ini langsung dibawa ke RS untuk perawatan.

Saya kembali was-was, dapat kabar tgl 1 Sept, terakhir saya, suami dan anak saya bertemu kakak saya tgl 23 Agustus ( 9 hari lalu ). saya minta suami dan anak saya juga melakukan rapid test.

Teringat kembali kejadian tanggal 23 agustus itu, ketika saya dan kakak saya bertemu di suatu tempat di daerah pamulang. Ponakan saya yang ultah ngajak ketemuan di resto itu. Btw ini pertemuan pertama saya dengan keponakan2 sejak pandemi, bahkan lebaranpun kami gak ketemuann. Karena saya berpikir kondisi sudah New Normal, maka saya agak sedikit longgar mau ketemuan di resto/tempat makan dengan syarat bukan di dalam ruangan/mall. harus di area outdor. Dan ponakan saya setuju, dia memilih tempat yg outdor. Tapi saya salah duga, ketika saya ketika saya tiba di lokasi janjian, saya langsung ciut, penuh bener ini tempatnya, saya gak berani turun dari mobil dan sempat protes ke ponakan

Karena gak enak saya turun juga, saya bilang kita sebentar aja di sana, langsung balik. Saya sempat marahin ponakan saya yang gak pakai masker, eeh ternyata mamahnya, adiknya, sepupunya..semua gak pakai masker, cuma kakak saya yg pakai masker, dan itupun pakainya gak bener, lubang hidungnya gak tertutup.

Jarak antar meja hanya kurang lebih 1 meter, dan yang disebut ruangan oleh ponakan saya itu ternyata hanya gubuk2/saung yang bersebelahan, dan tentu saja jaraknya juga berdekatan. Semua meja yang di luar juga saung-saung penuh terisi. Pelayan-pelayannya memang memakai masker, tapi tak semua memakai masker dengan benar. Kaabrnya tempat ini memang lagi nge-hits di Tangsel, tapi menurut saya B aja sih

Saya bener-bener kawatir dan gak pengen berlama-lama di sana. Sekitar setengah jam saya dan keluarga pulang.

Di jalan keponakan saya ( yg gak ikut di acara ini wa saya, dia sangat kawatir kondisi mamanya , karena kakak saya ini belum lama sembuh dari cancer Servik dan butuh perawatan yg lama, juga diabetes. Kakak saya karena banyak tugas dia di kantor yang memerlukan dinas luar, sudah ngantor lagi terlihat sering jalan ke luar, kumpul-kumpul dan bahkan wisata. Beberapa kali sudah pernah saya ingatkan. Tapi selalu ada alasannya.

Saya kirimkan ss wa ponakan saya ke mamahnya,

Dan kekawatiran ponakan saya terbukti, sepulang dari acara itu, kakak saya batuk-batuk, demam dan gak enak makan apa2, mulutnya hilang rasa.

Untuk tracing tempat atau sumber dapatnya virus agak susah menduga, karena bisa jadi kakak saya terpapar covid bukan di situ, tapi di tempat lain yang dia kunjungi, atau dari orang lain yg berinteraksi dengan dia.

Dan sampai hari ini, sudah 10 hari kakak saya di RS, sudah dilakukan swab ke 2x nya dan masih positif, mohon doanya dari teman2 dan pembaca budiman untuk kesembuhan kakak saya, juga anak-anak kakak saya di rumah yg sudah diswab juga semoga hasilnya negatif semua , aamiin.

FARIEZA IDHA QIRANA

33  tahun lalu, waktu itu saya masih  Kuliah.  Masih tinggal di Perum Tangerang bersama ibu dan 1 orang kakak yang sudah menikah dan punya 1 anak cowok lucu bermata bulat besar, bermuka manis, yang kalau senyum ada lesung pipitnya, sering saya mainkan ponakan saya yg cowok itu, didandanin pake hijab cocok banget, gak kaya cwok gitu saking manisnya.

Belum berumur 2 tahun ponakan saya, eh ibunya hamil lagi, kesundulan kalau istilah orang2. Jadilah ponakan saya yg lembut dan manis yang bernama Andriezal Ahmad  ini akan punya adik lagi.

Malam menjelang Iedul Adha.. Kakak saya sakit perut mau melahirkan, padahal hobinya/kerjaan kakak saya itu biasanya beres2 rumah setiap kali jelang lebaran. Tapi kali ini tidak, karena lebarannya lebaran haji dan juga perutnya yang semakin membesar.

Malam itu kakak saya dibawa ke RS Harapan Ibu, di dekat (calon) Masjid Ar Royyan. Dan paginya saya sudah dapat kabar, Kakak saya melahirkan anak ke 2 nya, Perempuan .  Alhamdulillah.

Pagi itu saya berangkat Sholat Iedul Adha dengan semangat dan gembira, karena sudah berencana, pulang sholat di lapangan Ar Royyan mau mampir ke RS Harapan Ibu, yg letaknya Cuma beberapa langkah dari lapangan.

Belum sampai Lapangan, di tengah perjalanan saya berpapasan dengan  Uda Saya / Kakak Ipar saya yang habis menunggui kakak saya lahiran.  Saya ucapkan selamat atas kelahira anaknya. Trus Uda Yon bilang

“Coh mana nama anak uda yang mau Icho namain, siapa namanya ? “

Saya ketawa sekaligus seneng, Oo.. kirain Da Yon gak mau anaknya dikasih nama sama saya, soalnya waktu kakak saya hamil, saya udah wanti-wanti, nanti anaknya jangan dikash nama yang padang-padang banget, jangan dikasih nama Yusniar, Yusnizar.. udah cukup 1 aja yg ada huruf Z nya, khas orang padang kan gitu..

Oh jadi namain dari Icho, ini namanya Da… ada kertas gak ? “

Uda Yon ambil kertas dari bekas daleman rokok, dan dia kasih bolpen ke saya, saya tulisa namanya di situ “ FARIEZA IEDHA QIRANA

Jangan salah nulisnya ya Da.. tulisannya harus persis gitu.. Kirana nya pake Q.

Artinya apa Cho ? si Uda masih nanya..

Gak ada Artinya Uda… yang penting namanya bagus, gak ada padang-padangnya, FARIEZA, karena Icho lagi demen sama Fariez RM, lagi pas muncul album Barcelona.., EIDHA karena lahir pas IEDul adHA , Qirana itu . Q nya abil dari Q(urban), udah gitu aja Da.. bagus lah namanya. kata saya sedikit maksa 🙂

Si Uda Yon Cuma manggut-manggut, dan saya Sholat dan dalam doa hari itu saya panjatkan Semoga keponakan saya yg saya kasih nama ini, jadi anak Sholehah , Cantik hati dan selalu berkurban kebajikan buat saudara dan sesamanya.

Waktu berlalu.. Farieza Iedha Qirana yang dipanggil Icha semakin besar,lucu dan menggemaskan. Icha jadi anak yg gesit dan agak tomboy,larinya kenceng,dan sering menghilang dari rumah.. Gak taunya lagi main di tetangga atau ada tetangga yg nyulik.  Tubuhnya yang gemuk,ginuk” lucu..muka bulat dengan rambut dipotong berponi ala dora yg membuat Icha sering dipanggil MINUL. Si Minul ini yg kadang bikin saya rindu pulang dari kostan.

Andri & Icha

Dan semakin merindu ketika kakak saya memutuskan pindah ke Timika. Berat rasanya ketika terakhir kalinya saya melihat minul kecil di ruang pengantaran para trans di cikokol. Saya lupa berapa lama kakak saya tinggal di timika. Yg saya ingat 1999 menjelang saya nikah. Kakak saya kembali ke Jawa dan tinggal di Tigaraksa,kembali bersama ibu saya yg semakin menua.  Icha yg kecilnya lasak,gesit berubah menjadi gadis remaja sholehah dan pintar dan gak tomboy lagi.. Si Minul sudah hilang..

Hari ini 33 tahun usia Farieza Iedha Qirana. Dia sudah menemukan jodohnya yg kemudian memberinya 4 anak .sama seperti ibu dan neneknya yg juga punya 4 anak di usia kepala 3.

Icha dan anak-anak2nya

Selamat Hari Lahir Icha, ponakan ante tersayang. Semoga Icha juga bisa jadi ibu terbaik seperti nenek dan ibunya.

Ketika Mantannya Pacar Muncul Lagi

Hubungan kamu lagi asik-asik aja sama pacar kamu, tiba-tiba mantannya pacar kamu muncul lagi, nyapa pacar kamu lagi,nanya kabar, reply2 story instagram, DM-DM dsb, apa yang kamu rasakan ? Kesel, marah, biasa aja, bodo amat ?

Buat sebagian orang mungkin mungkin ada yang bersikap seperti itu, jijik, kesel, curiga, ganggu , dan gak dikehendakilah pokoknya.  

Buat sebagian orang lagi, gak peduli, pede aja , yang penting percaya sama pacar sendiri dia gak mungkin ngapa-ngapain sama mantannya.

Nah tapi gimana kalau kemudian si pacar terlihat berubah sejak mantan nya muncul lagi, nyapa-nyapa lagi ? Berubah jadi lebih sering online lama di wa lama, story-story WA dan snapgramnya berubah jadi lebih sering terlihat kode-kode kebersamaan sama mantannya dulu ( ngepost rindu naik sepeda bareng, ngepost masa putih biru/abu, posting-posting hal yang sepertinya romantis, tapi tidak berhubungan sama pacar sendiri. Agak aneh lah.

Kalau seperti itu boleh gak curiga ?? boleh, tapi jangan berlebihan. Kamu curiga mantan pacarnya kamu, curiga juga sama pacar kamu kenapa agak berubah. Itu semua penyebabnya karena kamu insecure. Kurang percaya diri, merasa kamu tidak lebih baik dari mantannya,apalagi mereka dulu putus Cuma karena LDR, gak ada sebab lain.

Banyak orang yang seperti kamu begini, ada kok orang yang cantik, supel, kaya, cerdas aja bisa gak percaya diri ketika mantan pacarnya muncul lagi. Trus mau terus-terusan isecure begitu sampai kapan ?? Capek kan kalau tiap hari mikirin mantannya pacar terus, kira-kira mereka chat-an atau gak ya. Mereka telponan apa gak, vdicall-an apa gak, ketemuan atau gak.  

Udahlah, mulai sekarang belajar untuk percaya diri, upgrade kualitas diri kamu, percaya kamu lebih baik dari mantannya pacar kamu pada masanya. Kasih kepercayaan lebih ke pacar kamu.  Nggak gampang emang, semua butuh proses.

Ps : Saya dulu juga insecure-an gitu sih… 🙂

Pengalaman Cari Kos-an Horor di Jogja

Anak saya yang bujang, selepas SMA dan berasrama di SMA Sedes Sapiense Bedono, kemudian sejak awal 2 tahun lalu tinggal di rumah Eyangnya ( adiknya eyangnya sih sebetulnya, Cuma di rumah peninggalan eyang buyut, jd berasa masih ada hak tinggal heheh.).

Dan tahun 2020 awal dia sudah bilang pengen ngekost, karena rumah eyang lumayan jauh dari kampus dan tempat tongkrongan, jadi kalau pulang malem agak-agak gak enak sama Eyang dan tetangga. Lagi pula pengen ngerasain nge-kost.

Karena keinginan itu, saya bolehkan, biar dia makin mandiri dan kaya pengalaman, karena diliahat2 meskipun sudah keluar dari Asrama dianggap sudah bisa ngurus dirinya sendiri, tapi tetep aja eyangnya masih ngurusin cuci dan setrika bajunya.

Jadi.. mulailah perburuan kost dimulai dengan syarat dan ketentuan berlaku sesuai bundget orang tuanya.

Rata-rata kosan di Jogja itu mintanya tahunan,atau per enam bulanan jarang sekali ada yang bulanan, saya pesan oke tahunan boleh, tapi kalau ada ya yang bulanan, dan gak terlalu mahal, jadi gak berat bayaranya.

Akhirnya di Bulan Februari 2020 , Seno katanya sudah dapat kos-an,gak mahal bayar per enam bulan, untuk DP tanda jadi, minta ditransfer 500rb dulu. Seno  sudah siap pindah, kosannya lumayanlah di dalam komplek, ada 6 kamar, seno ambil paling pojok, dia fotoin rumahnya dari depan..kamarnya, dll

Awal lihat foto rumah itu saya agak ragu, sepertinya kurang terawat tampak depannya. Pagarnya karatan dll. Saya tanya ada pemilik rumahnya ? itu pemiliknya yang tinggal di depan, buka warung kadang buka kadang gak.

Tadinya Seno mau langsung pindah, tapi saya gak kasih, tunggu Ibu datang ke Jogja dan cek lokasi/kondisi kos-annya.

Minggu ke 3 Februari, saya datang ke Jogja sama bapaknya Seno, siap bawa barang2 keperluan kos. Saya datangi calon kosnya, saya perhatikan kompleknya lumayan rame, dan masuk ke dalam, dari kampusnya juga lumayan jauh tapi gak sejauh ke rumah eyangnya.

Kesan pertama lihat kos-annya kok gak sreg ya, seperti rumah tak terawat, saya cari pemilik kosnya di rumah induk depan, gak ada orangnya. Saya wa dan telpon juga gak diangkat.,

calon kamar seno yang pojok kiri

Masuk ke dalam ke area kos-an, ada 6 kamar, dan yang terisi sekitar 4 kamar, Kamarnya lumayan besar, bersih, tapi kacanya kaca nako jaman dulu, yang gampang banget diangkat sama maling. Saya tanya2 ke penghuni kos gimana aman atau gak di sini, di mana simpan motor ? itu pagarnya dikunci atau gak, dll. karena saya lihat situasi di komplek ini sepi, dan rumah ini rumah paling jelek dibanding rumah sebelah2nya.

Kata yang kost di situ, saya jarang nginep di sini bu, saya paling transit aja siang .. lha ?? Pantesan kos-annya sepi banget.

Karena waktunya mepet, gak jadi siang itu pindahan, masih banyak barang2 Seno yang belum disiapkan, Seno baru beres nyiapin barang2 sekitar jam 8 malam.  Berhubung besok saya sudah harus pulang lagi ke Jakarta, jadi malam itu juga kami siap pindahan.

Dan, jreng jreeng… ketika kami sampai ke calon kos-an malam itu, astaga.. bener2 horor, dari gerbang pintu berkarat ke dalam itu becek bekas hujan, lalu sepanjang kos-an itu gelap,cahayanya dikit, untung bawa senter.  Dan Aura yang saya rasakan itu bikin merinding.

Udah lah BATAL !!!

Aduh mas.. koq nyari kosannya yg kayak gini, emang kamu bisa tidur di tempat kayak gini..huhu aku sedih denger jawabannya, kan kata ibu cari yang murah… ya murah tapi gak gini amat mas, masih bisa dpt kosan yg terjangkau sama kita tapi lebih layak dan aman

Saya gak mau Seno kos di Sini, saya gak bisa ngebayangin Seno tengah malam di sini sendirian, sepi, gak ada hiburan, mau keluar gelap, atau jelek-jeleknya ada orang jahat dan teriakan Seno gak akan bisa kedengaran sampai depan. Horor banget deh, Seno mau ibunya gak tenang tiap malam mikirin kamu di kost ? mending di rumah eyang walaupun ayam-ayamnya bau , tapi aman. DP uang kost hilang gak apa-apa mas, ikhlasin aja.

Akhirnya malam itu, kita muter2 dan tanya2 lagi ke temen2 Seno, cari kos-an lain. Untungnya dapat. Besok sebelum pulang kita pindahannya, malam ini udah capek, barang2 gak usah diturunin dari mobil.

Kos-an barunya ini ternyata sangat deket ke kampusnya Seno, Cuma belok sedikit, sudah kelihatan kompleknya.  Rumah2 di komplek itu juga lebih tertata.  Dan yang terpenting di kos-an ini banyak kamar dan ada penjaga kostnya.  Jumlah kamarnya di sayap kiri ada sekitar 16 kamar ( 2 lantai ), sayap kanan ada 12 kamar ( 2 lantai ) dan di pafiliun khusus kamar cewek. Ada penjaga ibu2 yang bersih-bersih, juga penjaga keamanan bapak2.  Jadi motor2 terparkir aman, gerbang 2 lapis, gerbang utama dan pintu dalam garasi. Wis.. cocoklah di sini. Yang jaganya juga baik, suaminya jualan nasi goreng,. Jadi bisa pesen nasi goreng kalo tengah malem laper. 

Kembali ke Sekolah ( online )

Tanggal 13 Juli 2020, tahun ajaran baru di tengah pandemi Corona sudah dimulai. Mas Mentri Nadiem Makarim memutuskan sekolah yang boleh buka hanya di daerah Zona Hijau, dengan persetujuan orang tua dan berbagai kalangan pemerintahan setempat.

Anak saya sebagai pengurus OSIS, sedih juga gak bisa melakukan MPLS ( Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah ) secara langsung. Semua dilakukan online
Sudah dibagi per pengurus OSIS menangani beberapa orang adik kelasnya, ngasih tau apa aja yg ada di Sekolah, ruangan2 sekolah dan lain-lainnya, semua dilakukan secara online ( Zoom ). Jadi adik2 kelas di rumah, kakak-kakak kelas pengurus OSIS, bergantian ada di sekolah.

Itu anakku cuma gitu aja persiapannya beneran kayak MPLS biasa, alasannya, kasian Bu.. kan seneng mestinya udah SMA, gedung sekolah baru, temen baru, kelas baru, suasana baru.. eeeh mereka masih aja diem di rumah.

Lalu bagaimana setelah MPLS ?
Semua kembali belajar seperti biasa per kelas, per mata pelajaran. dengan cara PJJ ( pembelajaran Jarak Jauh)

Tetap semangat ya anak2

Kangen Sekolah

Anakku (Baru naek kelas 12) udah kangen banget sekolah lagi.
tiap hariii liat2 video2 lama di hpnya. Ada yg anaknya gitu juga gak.?

Kemaren Sabtu dia ke sekolah buat foto2 Osis aja udah seneng banget. Padahal yg datang cuma pengurus osis aja itu juga gak boleh lama2 sama satpam dan diliatin harus jaga jarak,pake masker.

Dan malam ini dia liat video2 kegiatan sekolahnya sampe sedih dan ngoceh2 begini.

Kapan sih bisa sekolah lagi? Gak enak banget masuk2 nanti udah siap2 UN Udah mah pas kelas 11 live in gak jadi , Proker2 Osis gak jalan semua. Proker online sepi peminat. Makrab gak ada,chapro gak ada,tahun ini DBL gak ada,jalan2 gak ada,diksar GPA gak ada walau gunung udah dibuka blm tentu ortu ngijinin. Yg kelas 12 kemaren cuma gak ada graduation sama prom aja. UN juga kepotong dikit, kita ni yg kelas 11 angkatan corona sebenarnya. Sekolah SMA kayak cuma 2 thn doang. masa indah SMA jadi berkurang gara2 corona.

Ade kangen Pak Dibyo,kangen diomelin Pak Listyo,kangen Babeh..kangen suster nicolin..kangen temen2 gak usah ditanya bosen chatan dan zoom doang..pengen ky gini lagi.

Gak enak banget belajar onlen. banyak gak ngerti. UAS pake zoom aja masih ada aja yg bisa nyontek. Gimana bisa masuk IPB kalau belajarnya gini terus katanya

Pak Nadiiiem,Masuk sekolah Agustus ke gituu..kangen 17an di sekolah.

Pak Jokowi bener gak sih vaksin corona udah ada? Suntik ni suntik dong anak2 SMA duluan.

Corona cepatlah kau pergi..

#mindahin note dari Twitter mau pake video ternyata kudu premium dulu ya *barutau wkwk

Menyiasati Kegabutan akibat Pandemi Corona

Anak-anak berhenti kegiatan sekolah tatap muka, kalau tidak salah di pertengahan april, saat anak kelas 12 sedang ujian akhir sekolah.

Anak saya yang kuliah di Jogja, dipaksa pulang ke Jakarta pas terakhir UAS, seminggu sebelum Jakarta di Lockdown.

Jadi sejak saat itu, kami berlima ( + budenya) tetap di rumah,
berkegiatan / Rebahan sambil sekolah & kuliah online dan WFH, saya sambil WFH sambil masak.

Belanja juga seminggu sekali, atau titip belanja ke mama sigit tukang sayur, nanti diambil. Belanja bulanan, kita sampai putar2, mulai dari Hari-hari Bintaro, antrian panjang, pindah ke Lotte Mart, antrian jg panjang krn nunggu giliran, ke Harmoni Pd Aren sama aja.
Akhirnya belanja tetep di warung Koh Agus, deket rumah.

Beneran gak kemana-mana ??
Enggak.. beneran kita di rumah terus, Anak-anak takut, saya dan suami yang sdh 50++ juga takut.

Gitu aja terus selama 3 bulan. Bosen ? sudah pasti. Trus ngapain dong ?

Bulan-bulan pertama,ngusir kebosanan dengan masak . Bikin kue atau bikin dessert box dan kopi sendiri, bikin dalgona yg lagi ngehits itu.

Buat saya yang nyiapin makanan buat se rumah, bosen jugalah, tiap hari mikirin besok mau masak apa, sampai coba2 resep2 yang aneh2 yang belum pernah dimasak, hasilnya ? lebih banyak yg gagal dari pada sukses. Prestasi terbaiknya cuma bisa masak nasi hainam yang enak dan bisa bikin mie ayam.

Mie Ayam buatan Ibuseno

Menjelang Hari raya, anak-anak saya suruh nge-cat kamarnya. Sekalian Bapaknya juga benerin bocor, ngecat seluruh rumah, ganti enternit yg sudah jelek2, bikin rak gantung buat barang-barang yg numpuk di gudang, beli rak tanaman, potong tanaman yg udah jelek2
lumayanlah Seno dapat uang dari pada bayar tukang, krn sejak pandemi dan gaji sudah mulai dipotong, ibunya gak ngasih uang jajan dengan percuma buat anaknya.

Bulan Juni, sudah 1 semester di tahun 2020, dan kondisi ekonomi akibat pandemi Corona masih tak menentu buat kami ( juga buat yang lainnya ). Anak-anak semakin susah ngeliat ibunya ngeluarin duit tidak seperti dulu, karena pendapatan juga berkurang.

Mulailah mereka mencoba berbisnis,kira2 apa yang bisa menghasilkan uang, masak/bikin kue gak bisa,alat2 juga gak ada.
Mau jualan makanan ambil dari orang, ragu2 juga.
Akhirnya anak2 mutusin jual kaos aja, Della jualan kaos yang sudah di tiedye, seno jualan kaos yg disablon,semua custom dan handmade.

Hasilnya lumayanlah, ada uang hasil penjualan kaos yang disimpan ibunya, dan kalau mereka minta jajan, dipotong dari uang itu.

Ini beberapa kaos tiedye hasil karya Della


Bolehlah kepoin , yang minat mau custom kaos model gini, monggo DM ke instagramnya ya ke HippieDyee dan ke Barnyablon

Corona oh Corona

Bercerita tentang pandemi Corona, akhirnya saya dan anak2 saya mengalami apa yang tidak pernah dialami seumur hidup.
Lebaran tanpa tatap muka, sekolah dan kuliah tanpa tatap muka, WFH semua serba daring, online semua, ultah tanpa selebrasi (dari dulu juga gak sih), Della ultah ke 17 yang biasa2 aja, padahal sudah direncanakan mau gabung ultah dengan teman SMAnya, sekali2 lah pas masa SMA bisa pesta yang agak heboh dikit.
(buat ibunya ini untung juga sih, gak ngejebol ATM 🙂

Beruntung pandemi ini datang ketika teknologi sudah sedemikan maju
jadi banyak hal yg biasa dilakukan di luar rumah masih bisa dilakukan dari rumah.

Dampaknya Pandemi ini memang luar biasa,dari segi ekonomi maupun psikologi.
Keluarga kami kena dampak Ekonomi ? tentu saja.
Stress ? tentu saja, semua harus kami pending sejak Mei
sejak pemotongan gaji di kantor, sejak cleint suami ( beberapa Mall di Jabodetabek) tutup operasi, tak ada lagi pemasukan.
side job saya sebagai dropshiper baju dan tas import hasilnya tak semanis beberapa tahun belakangan ini.

Jadi semua harus putar otak mengatasi kondisi yang super berat ini. Berat karena saya dan dan suami sudah memasukin usia rawan corona (50+), Fisik kami tak sekuat 10 tahun silam,mau kerja yang pakai fisik, berdiri masak 1 jam aja rasanya dengkul sudah nyut-nyutan. Dengan kondisi seperti ini, otak dan fisik harus seiring sejalan untuk melakukan perubahan sambil mengatasi kesulitan2 keuangan.
Cari jalan keluar untuk mengatasi utang, mendapatkan uang tambahan, mengencangkan ikat pinggang, supaya hidup terus berjalan
Hidup tak cukup dengan doa saja. Ayo bergerak semua dan tetap perhatikan protokol kesehatan sampai kondisi aman !!

Ngelamun neng

Note : 1 tahun gak nulis di WP, kembali gaptek, maapkeun kalo berantakan